logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

DPRKPLH Jember Turun ke Warga Kaliwates, Edukasi Pemilahan Sampah dari Rumah

  • 16 Juni 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
dprkplh-jember-turun-ke-warga-kaliwates-edukasi-pemilahan-sampah-dari-rumah-20260617

DPRKPLH Jember Turun ke Warga Kaliwates, Edukasi Pemilahan Sampah dari Rumah

JEMBER, 15 JUNI 2026 – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah kepada warga Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Senin 15 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di rumah warga milik Ani Farida, RT 01 RW 06 Condro, itu merupakan hasil kolaborasi antara Kelurahan Kaliwates, Bank Sampah Destana, dan DPRKPLH Kabupaten Jember. Puluhan warga hadir untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Kaliwates Sujirma, S.IP, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM, jajaran pengurus Bank Sampah Destana, serta warga di sekitar kawasan Kebun Kompos RT 03 RW 06 Kelurahan Kaliwates.

Dalam kesempatan itu, DPRKPLH Jember melalui Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup memberikan edukasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos.

Penyuluh Lingkungan Hidup DPRKPLH Kabupaten Jember, Mentik Diyah Andayani, SH, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Sampah bukan sekadar barang buangan. Jika dipilah dan dikelola dengan benar, sampah memiliki nilai manfaat bahkan nilai ekonomi. Melalui kebun kompos dan bank sampah, masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai manfaat kebun kompos sebagai sarana pengolahan sampah organik sekaligus media edukasi lingkungan.

Lurah Kaliwates Abdul Khamil mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan Kebun Kompos dan Bank Sampah Destana tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan warga untuk membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.

Edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk budaya baru di tengah masyarakat, yakni membiasakan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga, volume sampah yang dibuang ke TPA diharapkan dapat terus ditekan.

Langkah yang dimulai dari tingkat RT dan RW itu menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Dari lingkungan kecil di Kelurahan Kaliwates, gerakan mengubah sampah menjadi sumber manfaat terus ditumbuhkan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Galeri Foto