Empat Pilar Literasi Digital: Mewujudkan Masyarakat Cakap, Etis, dan Aman di Era Teknologi
- 31 Agustus 2025
- Dibaca 12519 Kali
Bagikan Via:
Empat Pilar Literasi Digital: Mewujudkan Masyarakat Cakap, Etis, dan Aman di Era Teknologi
Literasi digital merujuk pada kemampuan memahami dan menggunakan teknologi digital secara tepat dan kritis, meliputi akses, manajemen informasi, interaksi digital, serta penerapan aspek keamanan dan privasi. Dalam kerangka Empat Pilar, literasi digital mencakup:
1. Digital Skill: kemampuan menggunakan perangkat, aplikasi, dan internet secara efektif
2. Digital Culture: membangun perilaku dan nilai kebangsaan saat berinteraksi di ruang digital
3. Digital Ethics: penerapan etika serta tanggung jawab digital
4. Digital Safety: melindungi data pribadi, keamanan perangkat, dan privasi
Program literasi digital ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pendidik, aparatur, pelaku usaha, dan warga umum. Tujuannya yakni agar setiap individu mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan aman.
Empat pilar tersebut penting karena tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk budaya digital yang sehat, etika bermedia yang bertanggung jawab, serta perlindungan terhadap ancaman siber, sehingga tercipta masyarakat digital yang bijak dan berdaya saing.
Kebutuhan literasi digital bersifat kontinu dan mendesak, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan internet dan aplikasinya dalam aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember hadir sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan, mengedukasi, serta mendampingi masyarakat agar lebih cakap digital
Literasi digital diterapkan di berbagai ranah mulai dunia pendidikan, sektor usaha, birokrasi, ekonomi kreatif, hingga lingkungan desa/kelurahan. Diskominfo berperan mengkoordinasikan berbagai program lintas sektor, serta menjadi penghubung antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem digital yang sehat.
Dengan sinergi lintas perangkat daerah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat lokal, serta dengan Diskominfo sebagai penggerak utama, literasi digital diharapkan mampu menjadi pondasi kokoh dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, aman, dan berdaya saing di era transformasi teknologi.