EVAKUASI BANGKAI IKAN PAUS DI PANTAI NYAMPLUNG KOBONG DESA KEPANJEN KEC. GUMUKMAS
- 05 Desember 2024
- Dibaca 835 Kali
Bagikan Via:
EVAKUASI BANGKAI IKAN PAUS DI PANTAI NYAMPLUNG KOBONG DESA KEPANJEN KEC. GUMUKMAS
EVAKUASI BANGKAI IKAN PAUS DI PANTAI NYAMPLUNG KOBONG DESA KEPANJEN KEC. GUMUKMAS
PPID_GUMUKMAS - Evakuasi bangkai ikan paus di Pantai Nyamplung Kobong Dusun Jeni Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, oleh Muspika dan unsur terkait. Yang terdampar mulai hari Selasa, 03 Desember 2024, Rabu (04/12/2024).
Pada awalnya evakuasi bangkai ikan paus terkendala dengan alat berat milik tambak disekitar lokasi perairan pantai nyamplong kobong Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Selain itu Evakuasi bangkai ikan paus jenis kepala botol yang terdampar di perairan pantai Nyamplong Kobong, Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember itu juga masih terkendala dengan cuaca dan gelombang air laut yang tinggi.
Bangkai ikan paus yang sudah tertancap di pasir setelah dihantam gelombang, juga sangan menyulitkan untuk mengevakuasinya. Awalnya alat yang digunakan untuk evakuasi penguburan menggunakan alat berat ukuran kecil. Namun berkali-kali dilakukan evakuasi masih saja tidak bergeser dari posisi semula. Sehingga Muspika dan Kepala Desa Kepanjen berkoordinasi pihak terkait untuk mendatangkan alat satu lagi yang lebih besar dan panjang jangkauannya. Setelah menggunakan alat berat yang lebih besar akhir bisa mengubur ikan paus yang sudah menjadi bangkai tersebut.
Sukamid Kepala Desa Kepanjen, Gumukmas mengatakan "awalnya menggunakan alat berat milik tambak baja yang tidak jauh dari lokasi. Karena tidak mampu akhirnya terpaksa menggunakan dua alat milik tambak. Hingga akhirnya untuk bisa menguburkan bangkai ikan paus tersebut, terpaksa bangkai ikan paus yang sudah membusuk tersebut harus dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Penguburan dilakukan dipinggir pantai, agar bau tidak menyebar kemana-mana", katanya.
Bangkai ikan paus ini Sehari sebelumnya, tepatnya Selasa 03 Desember 2024 pada pukul 14.00 WIB, seorang nelayan melaporkan kalau ada bangkai paus yang terdampar, melaporkan kepada Babinsa. Setelah itu Babinsa Kepanjen langsung datang ke lokasi tersebut ternyata bangkai paus itu sudah membusuk dan menimbulkan bau yang sangat menyengat, sehingga Babinsa Kepanjen Serma I Made Kari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk evakuasi bangkai ikan paus tersebut. Karena gelombang air laut yang tinggi, maka evakuasi dilaksanakan keesokan harinya. (*mazdie)