Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo Meriah, Usung Pesan Inklusi dan Pelestarian Tradisi
- 08 Agustus 2026
- Dibaca 74 Kali
Bagikan Via:
Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo Meriah, Usung Pesan Inklusi dan Pelestarian Tradisi
JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 – Kemeriahan dan gelak tawa mewarnai Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu 08 Agustus 2026. Ratusan pasang egrang bambu kembali beradu dalam gelaran tahunan Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo.
Mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan Tradisi”, helatan budaya yang digagas komunitas Tanoker ini menghadirkan pawai egrang yang diikuti sekitar 750 peserta dari 20 defile lintas komunitas, lembaga pendidikan, hingga lintas iman.
Acara yang dipusatkan di Balai Desa Sumberlesung hingga Lapangan Kecamatan Ledokombo tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 18.20 WIB. Festival kian semarak dengan kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta Kepala Konsulat Jenderal Australia di Surabaya Glen Askew.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah gempuran modernisasi. Menurutnya, festival semacam ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan media pembentukan karakter anak.
"Permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu, melainkan media pendidikan karakter yang ampuh untuk membangun kepercayaan diri anak, memperkuat solidaritas, dan menanamkan semangat gotong royong," ujar Muhammad Fawait di sela-sela kegiatan.
Senada dengan Bupati, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menggarisbawahi pentingnya penciptaan ruang publik yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak melalui kegiatan kebudayaan.
"Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan butuh keterlibatan keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat. Permainan tradisional menjadi ruang inklusif yang memperkuat interaksi sekaligus membangun toleransi anak sejak dini," kata Arifatul.
Dalam festival ini, diselenggarakan pula Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Ruang Bersama Indonesia pada pukul 14.15 WIB. Deklarasi ini mempertegas komitmen bersama dalam menyediakan ruang publik yang terbuka, ramah anak, serta bebas dari diskriminasi.
Usai deklarasi, jajaran pejabat bersama perwakilan komunitas melepas pawai defile sejauh 400 meter menuju Lapangan Ledokombo. Berbagai pertunjukan seni inklusi dan lintas iman menyambut kedatangan peserta pawai, memperkuat pesan keharmonisan dalam keberagaman.
Sementara itu, Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, menyampaikan rasa bangga atas konsistensi warga dan Tanoker dalam merawat warisan budaya.
"Festival Egrang ini bukan hanya tentang pawai, melainkan bagaimana kita membangun kebersamaan, menjaga tradisi, dan memberikan ruang positif bagi anak-anak serta masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita rawat," tutur Nino.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan kondusif berkat keterlibatan jajaran gabungan dari Polsek, Koramil, Satpol PP, Dishub Jember, Banser, hingga Linmas setempat. Festival ditutup dengan pengundian doorprize sebelum berakhir secara resmi pada sore hari. (yus)