logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Festival “Ngarak Si Kopek” Hidupkan Kembali Mitologi Macan Kopek dan Musik Glondang Biting Jember

  • 13 September 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
festival-ngarak-si-kopek-hidupkan-kembali-mitologi-macan-kopek-dan-musik-glondang-biting-jember-20260913

Festival “Ngarak Si Kopek” Hidupkan Kembali Mitologi Macan Kopek dan Musik Glondang Biting Jember

JEMBER, 13 September 2026 – Upaya merawat dan menghidupkan kembali warisan budaya lokal terus dilakukan masyarakat Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Salah satunya melalui Festival Arak-arakan dan Ruwat Tanah Desa Biting bertajuk “Ngarak Si Kopek”, yang mengangkat mitologi Macan Kopek sekaligus menghadirkan inovasi seni musik tradisional Glondang Kopekan.

Festival ini menjadi puncak program pengabdian masyarakat LPPM Universitas Jember (UNEJ) melalui program Inovasi Glondang Berbasis Mitologi Macan Kopek sebagai Pengembangan Industri Kreatif Seni Tradisi Arak-arakan. Program tersebut melibatkan Tim Pengabdian Masyarakat bersama sanggar lokal, Sanggar Umah Wetan, Sabtu (12/09/26).

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Fitri Nura Murti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan, tetapi menjadi upaya untuk memberikan ruang baru bagi cerita leluhur agar tetap dikenal dan dimiliki generasi muda.

“Ketika cerita leluhur diberi napas dan medium baru yang relevan dengan zaman, ia berhenti menjadi sekadar kenangan. Kita ingin membuktikan bahwa akar tradisi yang dirawat dengan kreativitas akan memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh melangkah ke masa depan tanpa kehilangan jati diri,” ujar Fitri.

Menurutnya, pengembangan seni tradisi tidak cukup hanya mempertahankan bentuk lama. Tradisi juga perlu diberikan ruang untuk berinovasi sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan identitasnya.

Dalam festival tersebut, mitologi Macan Kopek diterjemahkan ke dalam bentuk visual kontemporer. Tiga figur instalasi arak-arakan disiapkan, yakni Macan Si Kopek, Macan Putih, dan Macan Ireng. Ketiganya dipadukan dengan koreografi penari untuk menghadirkan pertunjukan yang mempertemukan cerita masa lalu dengan ekspresi seni masa kini.

Inovasi juga dilakukan terhadap Glondang Kopekan, alat musik tradisional berbahan kayu khas Desa Biting. Alat musik yang secara historis lahir dari kreativitas masyarakat tersebut dikembangkan menjadi musik arak-arakan yang lebih praktis dan dinamis.

Bilah kayu yang sebelumnya berjumlah enam hingga tujuh dalam satu pangkon dipecah menjadi kelompok tiga bilah sehingga dapat dimainkan sambil berjalan menggunakan harness. Tim juga mengubah pakem laras Slendro menjadi laras Pelog bernuansa Janger Jawa Timur.

Festival “Ngarak Si Kopek” dijadwalkan berlangsung Sabtu, 12 September 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi kegiatan dari Balai Desa Biting hingga Lapangan Desa Biting.

Rangkaian kegiatan diawali doa bersama dan pelepasan Si Kopek, kemudian dilanjutkan pawai budaya yang diiringi musik Glondang Kopekan. Masyarakat juga akan disuguhi pertunjukan teatrikal yang mengisahkan pertemuan Si Kopek, Macan Putih dan Macan Ireng.

Selanjutnya digelar ritual Ruwat Tanah sebagai bentuk penyucian dan doa keselamatan desa. Sebagai penutup, acara dimeriahkan atraksi Pecut Sodho Lanang dan Kesenian Reog.

Fitri menambahkan, keterlibatan masyarakat dari berbagai dusun di Desa Biting menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Festival diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap budaya lokal.

“Harapannya, budaya ini tidak berhenti sebagai cerita yang hanya diketahui oleh generasi tua. Dengan inovasi seni, musik dan visual, generasi muda bisa mengenal, menikmati sekaligus ikut merawat warisan budaya daerahnya,” katanya.

Melalui Festival “Ngarak Si Kopek”, tradisi lokal Desa Biting diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif, sekaligus memperkuat identitas budaya Jember di tengah perubahan zaman.(mel)

Galeri Foto