Gandeng Lintas Sektor, Dinkes PPKB Jember Bangun Gerakan Bersama demi Target Bebas Stunting
- 26 Juni 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Gandeng Lintas Sektor, Dinkes PPKB Jember Bangun Gerakan Bersama demi Target Bebas Stunting
JEMBER, 26 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember terus mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen nyata ini diwujudkan lewat "Gerakan Cegah Stunting" yang berpusat di Kantor Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jumat 26 Juni 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi promotif dan preventif untuk mencegah lahirnya kasus stunting baru sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan (stakeholders) wilayah setempat, mulai dari Camat Rambipuji, Danramil, Kapolsek, Ketua TP PKK Pokja Kabupaten Jember, Kepala KUA, hingga kepala desa se-Kecamatan Rambipuji.
Tak ketinggalan, organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah, serta kader Posyandu, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), dan Santri Husada (SBH) turut ambil bagian. Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi dengan kehadiran sekitar 110 keluarga balita.
Sebelum memasuki acara inti, para peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, remaja, hingga lansia, memanfaatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Layanan ini disediakan sebagai bentuk deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Gini Wuryandari, M.Kes., menegaskan bahwa strategi intervensi stunting harus dimulai hulu ke hilir, bukan hanya fokus pada anak yang sudah didiagnosis stunting.
"Kami menggerakkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan untuk masif memberikan edukasi, memantau pertumbuhan anak berkala, serta mengawal pemenuhan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Namun, program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama agar penanganan berjalan optimal," ujar dr. Gini.
Ia menambahkan, kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh sinergi dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, yang didukung penuh oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintah desa.
Senada dengan hal tersebut, Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, A.P., mengajak seluruh unsur masyarakat di wilayahnya untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang konsisten.
"Penanganan stunting bukan hanya domain Dinas Kesehatan, melainkan tanggung jawab moral kita bersama. Seluruh pihak di Kecamatan Rambipuji harus bergandengan tangan agar target penurunan stunting ini tercapai secara maksimal," tegas Roni.
Melalui Gerakan Cegah Stunting ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember sukses mengintegrasikan koordinasi multi-sektor sekaligus mendongkrak kesadaran warga akan pentingnya gizi seimbang dan pendampingan ibu hamil. Sinergi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kokoh menuju Jember yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (ken)