logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Gandeng Petani Tapal Kuda, Dinas TPHP Jember Pacu Budidaya Pertanian Berkelanjutan

  • 09 Juli 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
gandeng-petani-tapal-kuda-dinas-tphp-jember-pacu-budidaya-pertanian-berkelanjutan-20260710

Gandeng Petani Tapal Kuda, Dinas TPHP Jember Pacu Budidaya Pertanian Berkelanjutan

JEMBER, 09 JULI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) berkomitmen memperluas praktik pertanian ramah lingkungan. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kian mengancam sektor ketahanan pangan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan ke-9 Petani Pengembang Agens Hayati (PPAH) se-Kawasan Tapal Kuda yang digelar di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Rabu 08 Juli 2026. Forum ini menjadi wadah konsolidasi para petani untuk berbagi inovasi sekaligus memperkuat penerapan budidaya pertanian yang berkelanjutan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, S.P., M.P., menyatakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar diskusi seremonial, melainkan pemicu lahirnya gerakan yang lebih masif di tingkat tapak. Melalui aliansi ini, para petani didorong untuk mengedepankan penggunaan pestisida hayati, bahan alami, dan pupuk organik demi menjaga keseimbangan ekosistem dan mendongkrak produktivitas.

"Kegiatan ini merupakan embrio untuk menggerakkan massa di wilayah-wilayah agar mau bersama-sama menjalankan konsep pertanian ramah lingkungan," ujar Luhur usai kegiatan tersebut.

Luhur menambahkan, transfer pengetahuan antarpeta menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Pengetahuan yang didapat oleh para peserta PPAH diharapkan segera diimplementasikan dan disebarluaskan kepada kelompok tani lain di wilayah masing-masing, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan secara luas di kawasan Tapal Kuda.

Demi menyukseskan visi tersebut, DTPHP Jember aktif membangun sinergi lintas sektor. Forum ini turut dihadiri oleh unsur UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur, Laboratorium Proteksi Jember, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

Melalui kolaborasi multipihak ini, pemanfaatan agens hayati, mikroba baik, dan optimalisasi limbah pertanian akan terus digenjot. Langkah nyata ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor pertanian Jember dalam menghadapi ketidakpastian iklim global. (fan)

Galeri Foto