logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

MPLS Tak Lagi Sekadar Pengenalan Sekolah, BPBD Jember Bekali Pelajar Baru dengan Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

  • 15 Juli 2026
  • Dibaca 45 Kali
Bagikan Via:
mpls-tak-lagi-sekadar-pengenalan-sekolah-bpbd-jember-bekali-pelajar-baru-dengan-keterampilan-menyelamatkan-nyawa-20260716

MPLS Tak Lagi Sekadar Pengenalan Sekolah, BPBD Jember Bekali Pelajar Baru dengan Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

JEMBER – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kabupaten Jember menghadirkan wajah baru yang lebih berorientasi pada keselamatan peserta didik. Tidak hanya mengenalkan tata tertib dan budaya sekolah, sejumlah sekolah kini menjadikan edukasi kesiapsiagaan bencana sebagai materi wajib bagi siswa baru. Melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sebanyak lebih dari 1.100 pelajar di tiga sekolah memperoleh pembekalan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi situasi darurat, Rabu 15 Juli 2026.

Program tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Jember, SMP Negeri 9 Jember, dan SMP Ma'arif Wuluhan berdasarkan permohonan resmi dari masing-masing satuan pendidikan kepada BPBD Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah agar mampu mengenali potensi ancaman bencana sekaligus memahami tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Sebanyak tujuh personel BPBD Kabupaten Jember diterjunkan sebagai pemateri, yakni M. Miftachul Munir, S.T., Venny Nur Farida, S.T., Farikha Mualida Nafi Arti, S.T., Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo., Anton, Fikri Fauzan, S.T., dan Muhammad Rizal Purnama. Selain dihadiri pihak sekolah, kegiatan juga diikuti oleh mahasiswa magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember yang turut mengamati proses pembelajaran kebencanaan tersebut.

Di SMKN 2 Jember, kegiatan diikuti sekitar 800 siswa yang dibagi dalam dua kelompok agar penyampaian materi berlangsung lebih efektif. Sementara itu, di SMP Negeri 9 Jember sosialisasi diikuti sekitar 240 peserta didik baru, sedangkan di SMP Ma'arif Wuluhan diikuti sekitar 63 siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal dan berakhir dengan aman, tertib, serta lancar.

Berbeda dengan pendekatan sosialisasi yang hanya berfokus pada teori, BPBD Kabupaten Jember menekankan pentingnya keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung apabila terjadi bencana. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar kebencanaan, potensi ancaman bencana di Kabupaten Jember, prosedur penyelamatan diri saat gempa bumi, pentingnya menyiapkan tas siaga bencana, hingga membangun kebiasaan sadar risiko dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat peserta didik merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Dengan memahami prosedur evakuasi dan langkah penyelamatan sejak dini, risiko kepanikan maupun kesalahan dalam mengambil tindakan dapat diminimalkan. Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sekolah yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang mungkin mereka hadapi apabila terjadi bencana di sekolah maupun di rumah. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan sebagai bagian dari budaya keselamatan.

Fikri Fauzan, S.T., salah satu pemateri dari BPBD Kabupaten Jember, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan membentuk refleks kesiapsiagaan pada diri setiap peserta didik.

"Kami ingin para siswa memahami bahwa keselamatan dimulai dari diri sendiri. Ketika mereka mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan dirinya, tetapi juga dapat membantu teman-teman di sekitarnya. Harapan kami, materi yang diterima pada saat MPLS ini menjadi bekal yang terus diingat dan diterapkan kapan pun dibutuhkan," ujar Fikri Fauzan, S.T.

Melalui pelaksanaan sosialisasi kesiapsiagaan bencana dalam rangka MPLS ini, BPBD Kabupaten Jember bersama dunia pendidikan menunjukkan bahwa membangun karakter peserta didik tidak hanya melalui pembelajaran akademik, tetapi juga dengan membekali mereka keterampilan hidup yang sangat penting. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (Bob)

Galeri Foto