Gencarkan Skrining Sistematik, Jember Targetkan Bebas Tuberkulosis pada Tahun 2030
- 04 Juni 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Gencarkan Skrining Sistematik, Jember Targetkan Bebas Tuberkulosis pada Tahun 2030
JEMBER, 04 JUNI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus memperluas jangkauan program Skrining Sistematik Tuberkulosis (SSTB) guna memutus mata rantai penularan penyakit menular tersebut di tingkat tapak. Langkah proaktif yang dikenal sebagai Active Case Finding (ACF) ini dioptimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan pemangku wilayah untuk mendeteksi dini keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis di masyarakat.
Program berskala daerah ini dijalankan secara intensif melalui kerja sama lintas sektor, salah satunya dipusatkan di UPTD Puskesmas Sumbersari. Dalam pelaksanaannya, tim di lapangan memberikan fasilitas penunjang medis berupa pemeriksaan rontgen dada atau foto toraks secara cuma-cuma bagi kelompok warga yang dinilai rentan dan memiliki indikasi klinis.
Koordinator Lapangan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Regional Jember yang juga bertindak sebagai tenaga kesehatan lapangan, Rahmatul Hasanah, menjelaskan bahwa skrining ini bertujuan menyasar kantong-kantong penularan dengan cara menjemput bola langsung ke pemukiman penduduk. Kriteria utama warga yang diwajibkan mengikuti pemeriksaan ini mencakup mereka yang mengalami batuk menahun, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus, serta warga yang tinggal serumah dengan pasien TBC aktif.
"Melalui kegiatan pelacakan medis yang sistematis seperti ini, kami berupaya mendongkrak temuan kasus tuberkulosis di lapangan. Dengan begitu, pasien dapat dideteksi sedini mungkin dan segera diberikan regimen pengobatan standar secara gratis di Puskesmas hingga sembuh total," kata Rahmatul saat ditemui di sela-sela pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Tegalgede, Kamis, 04 Juni 2026.
Upaya masif ini mendapat dukungan penuh dari otoritas kelurahan setempat yang bertindak sebagai garda terdepan dalam memobilisasi massa. Pihak kelurahan secara berkala melakukan koordinasi guna memastikan warga yang masuk ke dalam kategori kontak erat bersedia mengikuti pemeriksaan yang difasilitasi oleh Puskesmas Sumbersari.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, menyatakan dukungannya terhadap inisiasi pelacakan aktif ini. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri masih perlu terus ditingkatkan melalui pendekatan persuasif agar tidak ada lagi stigma negatif yang melekat pada penderita TBC di lingkungan rukun tetangga.
"Kami dari pihak Kelurahan Tegalgede sepenuhnya mendukung penuh program pelacakan dini TBC ini. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat kontak dekat dengan penderita, untuk tidak ragu ataupun takut memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis dari pihak Puskesmas," ujar Shierley dalam keterangannya.
Kabupaten Jember menaruh perhatian besar pada penuntasan penyakit paru ini mengingat karakteristik penularannya yang sangat cepat melalui udara. Melalui keterpaduan antara deteksi dini yang digerakkan oleh para tenaga kesehatan lapangan serta penguatan edukasi dari jajaran kelurahan, daerah ini optimistis dapat mewujudkan target nasional, yakni pencapaian eliminasi tuberkulosis secara menyeluruh pada tahun 2030. (sar)