logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

GENERASI Z DAN KEPEMIMPINAN TOLERAN: SARASEHAN MENUJU JEMBER BARU, JEMBER BERSATU DALAM BINGKAI NKRI

  • 04 Oktober 2025
  • Dibaca 788 Kali
Bagikan Via:
generasi-z-dan-kepemimpinan-toleran-sarasehan-menuju-jember-baru-jember-bersatu-dalam-bingkai-nkri-20251004

GENERASI Z DAN KEPEMIMPINAN TOLERAN: SARASEHAN MENUJU JEMBER BARU, JEMBER BERSATU DALAM BINGKAI NKRI

Jember, 3 Oktober 2025 – Semangat kebersamaan, toleransi, dan optimisme generasi muda tampak jelas dalam gelaran Sarasehan Generasi Z melalui Pembentukan Leadership yang Lebih Toleran Menuju Jember Baru, Jember Bersatu dalam Bingkai NKRI. Kegiatan ini digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember pada Jumat malam (3/10/2025), mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB, bertempat di halaman kantor Bakesbangpol Jember, Jalan Letjen S. Parman No. 89, Sumbersari.

Sebanyak 90 peserta hadir dalam forum ini, terdiri dari perwakilan Generasi Z Jember, karang taruna, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun kepemimpinan yang lebih inklusif, toleran, serta berorientasi pada persatuan bangsa.

Acara dibuka oleh Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, yang membacakan sambutan dari Plt Kepala Bakesbangpol Jember. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menjaring aspirasi generasi muda mengenai konsep kepemimpinan yang toleran sekaligus membangun fondasi menuju visi Jember Baru, Jember Bersatu dalam bingkai NKRI.

“Generasi Z adalah agen perubahan yang memiliki energi, kreativitas, serta semangat tinggi untuk membawa Jember ke arah yang lebih maju, inklusif, dan harmonis,” ungkap Dwi Handarisasi.

Untuk memperkaya diskusi, hadir tiga narasumber yang memberikan sudut pandang berbeda namun saling melengkapi mengenai peran generasi muda dalam kepemimpinan:

1. Tabroni, S.E. – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jember.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan Generasi Z dalam ranah politik dan pembangunan.

“Gen Z harus mengambil bagian dalam pembangunan dan kekuasaan karena mereka adalah bonus demografi. Ketertarikan Gen Z pada dunia politik sangat tinggi, dan mereka menilai korupsi sebagai keburukan yang tidak bisa ditoleransi. Inilah modal penting bagi masa depan demokrasi kita,” tegasnya.

2. Dima Ahyar, S.H. – Sekretaris Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember.

Dalam pemaparannya, Dima menyoroti potensi luar biasa yang dimiliki Jember, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Gen Z merupakan bagian dari potensi besar ini. Mereka harus mengambil peran sebagai calon pemimpin masa depan. Apalagi Indonesia kini berada pada masa bonus demografi yang akan menjadi modal emas bagi kemajuan bangsa,” jelasnya.

 

3. Drs. Itok Wicaksono, M.Si. – Akademisi dari Fisip Universitas Muhammadiyah Jember.

Ia menekankan sisi akademis dan realitas politik yang sedang dihadapi.

“Politik erat kaitannya dengan kekuasaan, dan Generasi Z saat ini memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas tersebut. Mereka terlahir dalam dunia yang kritis, lebih demokratis, serta sangat mahir menggunakan teknologi. Karakteristik ini menjadikan Gen Z calon pemimpin masa depan yang tangguh dan adaptif,” paparnya.

Diskusi sarasehan berfokus pada pemaknaan dan praktik toleransi bagi Generasi Z. Toleransi dipahami bukan hanya menerima perbedaan, tetapi juga menghargai serta merayakan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Generasi Z memandang toleransi mencakup keberagaman suku, agama, ras, budaya, hingga pandangan politik.

Peran Generasi Z, Mereka aktif menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan persatuan, sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial lintas kelompok masyarakat.

Isu intoleransi masih muncul baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini kerap dipicu oleh kurangnya pemahaman lintas budaya dan agama.

Leadership Toleran: Kepemimpinan masa depan harus dibangun sejak dini, dengan menekankan empati, komunikasi efektif, dan kemampuan merangkul semua golongan.

Forum ini meneguhkan cita-cita bersama menuju Jember Baru yang inklusif, maju, dan sejahtera. Visi tersebut digambarkan dalam tiga poin utama:

1. Jember yang Inklusif – Semua warga merasa diterima dan dihargai.

2. Jember yang Maju dan Sejahtera – Semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

3. Jember yang Berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika – Keberagaman dijadikan kekuatan, bukan perpecahan.

Hasil diskusi menghasilkan beberapa rekomendasi yang menjadi pijakan penting untuk langkah ke depan:

1. Pemerintah daerah perlu memperkuat program pendidikan dan sosialisasi mengenai toleransi.

2. Organisasi pemuda harus didukung untuk konsisten mempromosikan persatuan dan kebhinekaan.

3. Media sosial digunakan secara positif untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian.

4. Dialog antar kelompok masyarakat perlu diperluas untuk membangun kesepahaman dan kerja sama lintas golongan.

 

Acara yang berlangsung selama satu setengah jam ini ditutup dengan suasana penuh optimisme. Peserta sepakat bahwa Generasi Z memiliki posisi vital sebagai pionir kepemimpinan toleran di Kabupaten Jember. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak perubahan yang siap membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih inklusif, harmonis, dan bersatu dalam bingkai NKRI.

Dengan semangat toleransi dan kepemimpinan yang kuat, Jember diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam menjaga persatuan dan keberagaman.

Galeri Foto