Gerak Cepat Cegah DBD, Puskesmas Jelbuk Hadirkan Fogging di Desa Jelbuk
- 23 September 2026
- Dibaca 79 Kali
Bagikan Via:
Gerak Cepat Cegah DBD, Puskesmas Jelbuk Hadirkan Fogging di Desa Jelbuk
Dalam rangka meningkatkan upaya pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Jelbuk yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Program P2TVZ Puskesmas Jelbuk Bapak Egis Surahman, S.Kep.Ners melaksanakan kegiatan fogging di wilayah Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, pada Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan fogging dilakukan sebagai salah satu langkah pengendalian nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penular penyakit DBD. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk pada area yang menjadi sasaran, dengan memperhatikan prosedur dan ketentuan pelaksanaan fogging untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Puskesmas Jelbuk dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya DBD, melalui intervensi kesehatan lingkungan. Selain tindakan fogging, masyarakat juga diingatkan bahwa pengendalian DBD perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Jelbuk mengajak masyarakat Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk untuk bersama-sama menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air, serta melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya.
Fogging bukan menjadi satu-satunya upaya dalam mencegah DBD. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin menjadi bagian penting untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, Puskesmas Jelbuk terus berupaya mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit DBD.