logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Gerak Cepat Pemkab Jember: Monitoring Jembatan Terdampak Banjir Demi Keselamatan Warga

  • 16 Februari 2026
  • Dibaca 358 Kali
Bagikan Via:
gerak-cepat-pemkab-jember-monitoring-jembatan-terdampak-banjir-demi-keselamatan-warga-20260216

Gerak Cepat Pemkab Jember: Monitoring Jembatan Terdampak Banjir Demi Keselamatan Warga

Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan monitoring jembatan pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada Bupati Jember sebagai laporan resmi, dengan tembusan kepada BNPB di Jakarta serta perangkat daerah dan provinsi terkait. Monitoring ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kondisi infrastruktur penghubung antarwilayah tetap aman dan layak digunakan masyarakat. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons dampak bencana secara cepat dan terkoordinasi.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan di beberapa titik strategis yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Jember. Lokasi yang dikunjungi meliputi Jembatan Gantung Cinta di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, Jembatan Cempaka di Desa Pakis Kecamatan Panti, kawasan RW 9 Perkebunan PUSKOPAD Sentool di Desa Suci Kecamatan Panti, serta Jembatan Penghubung di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada laporan kerusakan dan urgensi akses bagi aktivitas warga. Dengan meninjau langsung ke lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran nyata kondisi jembatan pascabanjir.

Rombongan berkumpul di Pendopo Wahyawibawagraha pada pukul 08.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi pertama. Perjalanan monitoring dimulai pukul 10.30 WIB dan berlanjut ke seluruh titik sesuai jadwal hingga sore hari. Setiap lokasi dilakukan pengecekan visual, diskusi teknis, serta pencatatan kondisi struktur jembatan. Setelah seluruh lokasi dikunjungi, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama UPT Pengelola Jalan dan Jembatan hingga pukul 19.00 WIB.

Hasil dari monitoring ini menunjukkan adanya kesepakatan awal antara BPBD dan dinas teknis terkait. Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur menerima pengajuan rekonstruksi untuk Jembatan Gantung Cinta di Desa Jubung dan Jembatan Penghubung di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi. Keputusan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang sangat bergantung pada jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Rekonstruksi diharapkan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana serupa di masa mendatang.

Dasar pelaksanaan kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat antara Bupati Jember dan Gubernur Jawa Timur yang digelar di Grahadi pada Sabtu, 14 Februari 2026. Rapat tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam penanganan pascabencana. Melalui monitoring ini, rekomendasi teknis dapat segera disusun sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kendala berarti, sehingga seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar.

Berbagai unsur terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari BPBD kabupaten dan provinsi, PU Bina Marga, UPT SDA Lumajang, hingga perangkat kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa penanganan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah berharap hasil monitoring ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan. Dengan demikian, keamanan, konektivitas, dan kesejahteraan warga Jember dapat terus terjaga pasca bencana banjir.

Galeri Foto