Guru Sekolah Minggu Asal Desa Tanjungrejo Terima Insentif, Bukti Perhatian Pemerintah Kabupaten Jember
- 24 Maret 2026
- Dibaca 384 Kali
Bagikan Via:
Guru Sekolah Minggu Asal Desa Tanjungrejo Terima Insentif, Bukti Perhatian Pemerintah Kabupaten Jember
JEMBER, 24 MARET 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan insentif bagi pengajar keagamaan pada Maret 2026. Program tersebut tidak hanya menyasar guru ngaji Muslim dan petugas pembantu pencatat nikah (P3N), tetapi juga guru kitab non-Muslim, termasuk pengajar sekolah minggu asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan.
Perluasan penerima ini menjadi pembeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan, kebijakan tersebut dinilai mencerminkan perhatian pemerintah kepada seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
Salah satu penerima, Levi Birawati, pengajar sekolah minggu sekaligus guru kitab non-Muslim di salah satu gereja di Desa Tanjungrejo, mengaku bersyukur atas insentif yang diterimanya. Ia menyebut tidak menyangka namanya masuk dalam daftar penerima tahap kedua.
“Saya merasa senang karena mendapat perhatian. Lumayan untuk tambah-tambah,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Dukuhdempok.
Dalam wawancara singkat bersama Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan, Heryani, S.E., dan Kepala Desa Dukuhdempok Miftahul Munir, Levi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah. “Terima kasih kepada Bapak Bupati karena sudah peduli dengan kami yang non-Muslim. Semoga Tuhan memberkati,” imbuhnya.
Penyaluran insentif tersebut dilakukan bersamaan dengan pencairan bagi guru ngaji dan P3N di wilayah Kecamatan Wuluhan. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Dukuhdempok dengan melibatkan perangkat kecamatan, pemerintah desa, pendamping, serta tim dari Bank Jatim Cabang Balung.
Setiap penerima memperoleh insentif sebesar Rp 1.500.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan para pengajar keagamaan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
Sejak pagi, para penerima hadir secara bergiliran dengan membawa berkas persyaratan. Proses verifikasi hingga pencairan dilakukan secara tertib untuk menghindari antrean panjang. Hingga akhir kegiatan, penyaluran berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Desa Dukuhdempok, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi para pengajar keagamaan. Menurutnya, peran guru ngaji maupun guru kitab, termasuk pengajar sekolah minggu, sangat penting dalam menjaga nilai-nilai sosial dan keagamaan di masyarakat.
Dengan adanya perluasan penerima, pemerintah desa berharap program insentif ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pengajar keagamaan di berbagai wilayah. (riz)