Hari Anak Nasional di Jember Berlangsung Meriah, Aula Dispendik Dipenuhi Tawa Ceria
- 25 Juni 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Hari Anak Nasional di Jember Berlangsung Meriah, Aula Dispendik Dipenuhi Tawa Ceria
JEMBER, 25 JUNI 2026 – Suara tepuk tangan dan tawa riang anak-anak memenuhi Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Rabu 24 Juni 2026. Ratusan anak tampak menari sambil mengenakan pakaian adat berwarna-warni. Sebagian lainnya sibuk menggenggam krayon dengan tangan mungil yang penuh coretan warna.
Hari itu, suasana ceria anak-anak seolah mengalahkan kesan formal gedung pemerintahan. Mereka berkumpul untuk merayakan Hari Anak Nasional melalui berbagai lomba yang sarat makna tumbuh kembang dan kreativitas.
Kegiatan meriah tersebut diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Jember. Sebanyak 31 kecamatan di Kabupaten Jember mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti rangkaian lomba.
Ratusan siswa datang dari berbagai wilayah, mulai dari daerah pinggiran hingga pusat kota. Mereka didampingi para guru dan orang tua yang tampak antusias sejak pagi hari.
Sejak pukul 08.00 WIB, pelataran Kantor Dinas Pendidikan sudah dipadati kendaraan yang membawa rombongan peserta. Ada penari cilik, pelukis kecil, hingga pencerita dongeng berbakat yang siap tampil menunjukkan kemampuan mereka.
Ketua IGTKI Kabupaten Jember, Endang Suprihatin, S.Pd., M.Pd., mengaku terharu melihat keberanian anak-anak tampil di hadapan banyak orang. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri.
“Kami tidak mencari siapa yang paling hebat atau paling sempurna dalam menggambar maupun menari. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang merdeka bagi anak-anak untuk berekspresi,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah berminggu-minggu berlatih di kecamatan masing-masing, hari perlombaan menjadi panggung kebahagiaan bagi para peserta.
“Melihat anak-anak dari pelosok Jember berani tampil di panggung besar sudah menjadi kemenangan terbesar bagi kami para guru,” katanya.
Suasana di dalam aula pun tampak semarak layaknya pelangi. Di sudut ruangan, beberapa anak serius mewarnai gambar tentang Jember yang hijau dan ramah anak.
Sementara itu, kelompok lain melakukan pemanasan tari tradisional. Gerakan yang sesekali masih keliru justru mengundang senyum para penonton.
Tidak terlihat ketegangan seperti dalam kompetisi orang dewasa. Anak-anak justru saling berbagi bekal makanan dan bercanda dengan teman baru dari kecamatan lain.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi kepada para guru TK yang tergabung dalam IGTKI.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk memenuhi hak-hak dasar anak, terutama dalam pendidikan usia dini yang berbasis kebahagiaan dan tanpa paksaan.
“Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, mendukung penuh inisiatif luar biasa dari IGTKI ini. Aula ini sengaja kami buka untuk anak-anak karena fasilitas negara sejatinya milik masyarakat,” tegasnya.
Menurut Arief, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bagi orang dewasa untuk menjaga senyum anak-anak tetap utuh.
“Pendidikan anak usia dini bukan tentang menuntut anak cepat pintar secara kognitif, melainkan menanamkan karakter, budi pekerti, dan rasa percaya diri melalui metode bermain yang menyenangkan,” ujarnya saat meninjau lomba.
Memasuki pukul 11.30 WIB, acara mulai memasuki babak akhir. Satu per satu pemenang diumumkan dan disambut sorak sorai para orang tua yang memadati area luar aula.
Namun, panitia memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan apresiasi. Setiap anak menerima bingkisan dan medali partisipasi sebagai penghargaan atas keberanian mereka tampil di tingkat kabupaten.
Menjelang akhir kegiatan, Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember perlahan mulai lengang. Meski demikian, energi positif dan tawa ceria anak-anak seolah masih tertinggal di setiap sudut ruangan.
Perayaan Hari Anak Nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menegaskan komitmen Jember sebagai daerah yang ramah anak serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa. (jea)