Hidup Sebatang Kara, Tangis Bu Sarti Direspons Cepat TRC Kecamatan Tanggul
- 13 Mei 2026
- Dibaca 282 Kali
Bagikan Via:
Hidup Sebatang Kara, Tangis Bu Sarti Direspons Cepat TRC Kecamatan Tanggul
JEMBER, 13 MEI 2026 – Tangis haru Bu Sarti (63), seorang lansia yang hidup sebatang kara di Dusun Curah Putih, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, akhirnya mendapat perhatian cepat dari Pemerintah Kecamatan Tanggul. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), jajaran kecamatan langsung turun ke lokasi usai menerima laporan warga melalui saluran pengaduan Wadul Guse.
Kondisi Bu Sarti membuat hati siapa pun tersentuh. Di usia senja, ia harus menjalani hidup seorang diri tanpa suami, anak, maupun keluarga yang mendampingi. Bahkan, tempat tinggal yang selama ini ia tempati terpaksa dibongkar oleh pemilik rumah, membuatnya kini menumpang di rumah warga sekitar.
Dengan keterbatasan yang ada, Bu Sarti menjalani hari-harinya hanya mengandalkan kepedulian tetangga untuk makan dan bertahan hidup.
“Saya hidup sendiri, tidak punya siapa-siapa. Kalau ada tetangga memberi makan, saya makan. Kalau tidak ada, ya saya sabar,” ucap Bu Sarti lirih sambil menahan air mata, Selasa 12 Mei 2026.
Merespons laporan tersebut, Kasi PMKS Kecamatan Tanggul, Sunaryati Widiya, bersama tim segera melakukan asesmen dan pengecekan administrasi kependudukan guna memastikan langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Menurut Sunaryati, kehadiran TRC Kecamatan Tanggul merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian dan perlindungan sosial.
“Kami langsung turun setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Wadul Guse. Kondisi Bu Sarti memang memerlukan perhatian bersama. Saat ini kami sudah melakukan pendataan dan verifikasi administrasi untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Jember,” ujar Sunaryati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Tanggul akan terus mengawal proses penanganan agar Bu Sarti mendapatkan bantuan dan pendampingan yang layak.
Langkah cepat Pemerintah Kecamatan Tanggul tersebut mendapat apresiasi warga sekitar. Masyarakat berharap bantuan sosial maupun dukungan kemanusiaan segera hadir agar Bu Sarti dapat menjalani masa tuanya dengan lebih tenang dan layak.
Kisah Bu Sarti menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih sangat dibutuhkan di tengah kehidupan masyarakat. Kehadiran pemerintah yang sigap merespons laporan warga diharapkan menjadi jembatan harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan dan kesendirian. (psn)