logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Hilirisasi Nasional Dimulai dari Hulu, Bibit Unggul Jadi Fondasi Masa Depan Kopi dan Kakao

  • 24 Mei 2026
  • Dibaca 120 Kali
Bagikan Via:
hilirisasi-nasional-dimulai-dari-hulu-bibit-unggul-jadi-fondasi-masa-depan-kopi-dan-kakao-20260525

Hilirisasi Nasional Dimulai dari Hulu, Bibit Unggul Jadi Fondasi Masa Depan Kopi dan Kakao

JEMBER, 24 MEI 2026 — Upaya mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan nasional mulai diarahkan dari sektor paling dasar, yakni penyediaan bibit unggul. Langkah tersebut terlihat dalam kunjungan kerja perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia di Jember, Jumat, 22 Mei 2026.

Kunjungan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP, itu tidak sekadar menjadi agenda peninjauan fasilitas penelitian. Lebih jauh, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan hilirisasi kopi dan kakao nasional harus dimulai dari penguatan sektor hulu.

Selama ini, hilirisasi lebih sering dikaitkan dengan pengembangan industri pengolahan dan peningkatan nilai jual produk akhir. Namun, kualitas produk hilir ternyata sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku sejak tahap awal budidaya, terutama dari bibit yang digunakan petani.

Di Puslit Koka Jember, rombongan meninjau fasilitas pembibitan, kebun koleksi plasma nutfah, hingga teknologi perbanyakan tanaman yang dikembangkan untuk menghasilkan bibit kopi dan kakao unggul. Ketersediaan bibit berkualitas tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Selain memastikan kesiapan bibit, kunjungan tersebut juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian berbasis teknologi. Implementasi inovasi hasil riset dinilai perlu dipercepat agar dapat diterapkan lebih luas oleh petani dan mendukung peningkatan produktivitas perkebunan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama jajaran peneliti Puslit Koka, penyuluh pertanian, serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember. Pertemuan tersebut membahas langkah taktis pemenuhan jutaan bibit unggul kopi dan kakao untuk mendukung program prioritas Kementerian Pertanian dalam beberapa periode mendatang.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Rudi Indrawan, S.P., M.P., mengatakan kesiapan bibit unggul menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor perkebunan daerah sekaligus mendukung program nasional.

“Pemenuhan bibit unggul ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas petani sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan ke depan,” ujarnya.

Melalui penguatan sektor hulu, pemerintah berharap hilirisasi tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga menciptakan ekosistem perkebunan yang lebih modern, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan kakao di daerah. (fan)

Galeri Foto