logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Home Care Ajung Capai Target, Kepala BPBD Jember: Kini Saatnya Tingkatkan Kualitas Layanan

  • 04 September 2026
  • Dibaca 102 Kali
Bagikan Via:
home-care-ajung-capai-target-kepala-bpbd-jember-kini-saatnya-tingkatkan-kualitas-layanan-20260905

Home Care Ajung Capai Target, Kepala BPBD Jember: Kini Saatnya Tingkatkan Kualitas Layanan

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 - Pelaksanaan program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember di Kecamatan Ajung memasuki tahap evaluasi dan penguatan koordinasi lintas sektoral. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kecamatan Ajung terkait pelaksanaan program Home Care yang digagas Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Jumat, 04 September 2026, bertempat di Aula Kecamatan Ajung.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember selaku koordinator dan pengampu Home Care di Kecamatan Ajung, Muspika Kecamatan Ajung, Camat dan Sekcam Ajung, Kapolsek, Danramil, seluruh kepala desa, Tim Penggerak PKK, tim kesehatan, bidan desa, perawat, petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT), petugas Program Keluarga Harapan (PKH), tim LSN, serta Srikandi.

Camat Ajung Andri Purnomo, S.T., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan Home Care. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah desa dan tenaga kesehatan.

“Yang paling penting adalah mengecek sarpras Home Care yang akan dilaksanakan,” ujar Andri.

Selanjutnya, Kepala Puskesmas Ajung dr. Nur Rakhman Ahadi memaparkan hasil pelaksanaan program Home Care di wilayah Kecamatan Ajung. Dari target sebanyak 557 sasaran, seluruh sasaran tersebut telah terjangkau dalam pelaksanaan layanan Home Care atau mencapai 100% dari target kunjungan.

Sasaran program meliputi ibu hamil risiko tinggi, balita stunting, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu dengan penyakit kronis, serta lansia yang tinggal sendiri atau terlantar.

dr. Nur Rakhman juga menyampaikan bahwa masyarakat yang membutuhkan layanan Home Care dapat menyampaikan pengaduan atau kebutuhan pelayanan melalui kanal Wadul Gus’e.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., selaku koordinator dan pengampu Home Care di Kecamatan Ajung. Ia menilai terdapat perkembangan signifikan dibandingkan pelaksanaan pada tahap awal.

“Senang sekali saya mendengarkan laporan hari ini. Setelah pertemuan sebelumnya, saat itu masih proses di 200 sasaran, hari ini targetnya sudah mencapai 100%. Itu luar biasa sekali,” ujarnya.

Meski cakupan kunjungan telah mencapai 100% dari target awal, Edy Budi Susilo menegaskan bahwa proses evaluasi dan pemutakhiran data tetap harus dilakukan. Berdasarkan hasil pendataan terbaru, dari 557 sasaran awal terdapat 458 data yang masih aktual. Sementara 99 data lainnya perlu diverifikasi kembali karena sejumlah kondisi, di antaranya meninggal dunia, pindah alamat, alamat tidak ditemukan, maupun tidak lagi memenuhi kriteria sebagai sasaran Home Care.

Menurut Kepala BPBD, proses verifikasi tersebut harus dilakukan secara by name by address agar setiap perubahan data memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Khusus terhadap data warga yang alamatnya belum ditemukan, ia meminta seluruh unsur terkait kembali melakukan penelusuran. Upaya tersebut dapat melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga TRC BPBD apabila diperlukan.

Selain itu, data warga yang telah berpindah ke luar wilayah Kecamatan Ajung juga perlu dilacak dan dikoordinasikan dengan wilayah tujuan. Langkah tersebut penting agar warga yang masih membutuhkan pelayanan tidak kehilangan akses Home Care akibat perpindahan domisili.

Kepala BPBD juga menekankan bahwa pelaksanaan Home Care tidak semata-mata berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Kunjungan ke rumah sasaran dapat sekaligus menjadi momentum untuk melakukan pendataan administrasi kependudukan, kondisi tempat tinggal, serta kebutuhan sosial masyarakat.

“Tidak semata-mata urusan kesehatan, tetapi juga pendataan. Data kesehatan ketemu, data adminduk ketemu, kemudian kalau ada masalah rumah layak huni atau tidak layak huni juga bisa diketahui,” jelasnya.

Memasuki September 2026, Edy Budi Susilo menegaskan bahwa capaian 100% tidak boleh menjadi akhir dari pelaksanaan program. Fokus berikutnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kondisi sasaran terus terpantau melalui kunjungan serta evaluasi secara berkala.

“Kalau kemarin kita bicara kuantitas, berarti bicara jumlah data. Setelah 100%, kualitasnya sekarang kita tingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk mengedepankan kepedulian dan jiwa sosial dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, Home Care merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga pelaksanaannya tidak boleh sekadar berorientasi pada pemenuhan target administratif.

Kepala BPBD berharap koordinasi lintas sektor di Kecamatan Ajung terus diperkuat. Setiap temuan dan kendala di lapangan harus segera dicarikan solusi secara bersama-sama, sementara hasil pelaksanaan dan evaluasi akan terus dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi.

“Ini adalah program mulia yang digagas oleh Gus Bupati Jember dan konkret langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (tgh)

Galeri Foto