Home Care dan Insentif Guru Ngaji, Apresiasi Pemkab Jember hingga ke Pelosok
- 02 September 2026
- Dibaca 201 Kali
Bagikan Via:
Home Care dan Insentif Guru Ngaji, Apresiasi Pemkab Jember hingga ke Pelosok
JEMBER, 02 SEPTEMBER 2026 – Perhatian Pemerintah Kabupaten Jember kepada para guru ngaji tidak hanya diwujudkan melalui insentif atas pengabdian mereka, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan yang datang langsung ke rumah. Hal itu terlihat dalam kunjungan tim Home Care Jember kepada dua tokoh agama di Dusun Pasar, Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Rabu 02 September 2026.
Dua tokoh agama yang dikunjungi tersebut yakni H. Holis atau Muhammad Halim dan Kiai Mus yang memiliki nama asli Miska. Keduanya dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus kiai yang selama ini turut memberikan pengabdian keagamaan di lingkungan masyarakat Sumberjambe.
Tim Home Care yang melakukan kunjungan terdiri dari dua petugas Puskesmas Sumberjambe, satu petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT) Jember, serta dua unsur Kecamatan Sumberjambe, yakni PMKS dan PPID. Petugas datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi kesehatan dan memberikan pemeriksaan kepada warga yang membutuhkan.
Agus Budi Santoso, Plh. Kasi PMKS, mengatakab bahwa kehadiran Home Care ini menjadi penting bagi para guru ngaji dan tokoh agama yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Pelayanan yang dilakukan secara jemput bola membuat pemeriksaan dapat dilakukan di rumah, sehingga warga tidak perlu menunggu atau memaksakan diri datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi belum memungkinkan.
Perhatian terhadap guru ngaji juga diberikan Pemerintah Kabupaten Jember melalui program insentif. Pada 2026, insentif guru ngaji diberikan sebesar Rp1,5 juta kepada penerima yang telah ditetapkan sesuai ketentuan. Program tersebut merupakan bentuk penghargaan atas peran guru ngaji dalam memberikan pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter masyarakat dan generasi muda.
Tidak hanya nominalnya, mekanisme penyaluran insentif juga diupayakan semakin mudah. Para guru ngaji tidak harus selalu datang ke kantor bank untuk menerima haknya. Dalam penyaluran tertentu, pihak perbankan hadir langsung ke desa sehingga penerima dapat memperoleh layanan lebih dekat dari tempat tinggalnya.
Kiai Mus atau Miska menyambut baik perhatian tersebut. Menurutnya, kemudahan yang diberikan pemerintah menunjukkan adanya kepedulian terhadap para guru ngaji yang selama ini menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan semua tim yang sudah peduli. Sekarang untuk honor guru ngaji saja tidak perlu datang ke bank, bank yang datang ke desa. Kalau kami membutuhkan pelayanan kesehatan, petugas juga datang ke rumah. Ini sangat membantu,” ujar Kiai Mus.
Menurutnya, pola pelayanan seperti itu memberikan kemudahan bagi para guru ngaji, khususnya mereka yang sudah lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan yang membuat aktivitas di luar rumah menjadi terbatas.
“Bagi kami, yang seperti ini sangat berarti. Pemerintah tidak hanya memberikan honor, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kemudahan kami. Jadi kami merasa benar-benar diperhatikan,” lanjutnya.
Masih menurut Agus, kunjungan Home Care kepada dua kiai tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pemerintah secara langsung kepada masyarakat.
“Kita ingin para guru ngaji yang sudah lama mengabdi ini mendapatkan perhatian secara utuh. Bukan hanya insentif sebagai bentuk penghargaan, tetapi ketika mereka membutuhkan pelayanan kesehatan, pemerintah juga berusaha hadir dan mendatangi rumahnya,” ujar Agus.
Agus menambahkan, pelayanan jemput bola menjadi penting karena kondisi setiap warga berbeda. Ada warga yang mudah datang ke fasilitas pelayanan, tetapi ada pula yang membutuhkan petugas untuk datang langsung.
“Kalau bisa kita datangi, kenapa harus menunggu mereka datang. Apalagi kalau kondisi kesehatan atau usia sudah menjadi kendala. Kita koordinasikan dengan puskesmas dan unsur lainnya supaya kebutuhan warga bisa ditangani,” katanya.
Integrasi antara pemberian insentif dan pelayanan Home Care tersebut menjadi bentuk perhatian yang lebih menyeluruh kepada guru ngaji. Insentif memberikan penghargaan terhadap pengabdian mereka, sementara Home Care memberikan kemudahan ketika mereka membutuhkan pelayanan kesehatan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. terhadap guru ngaji sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Guru ngaji selama ini memiliki peran dalam mendampingi anak-anak belajar agama, membangun karakter, serta menjaga kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Dengan hadirnya berbagai bentuk kemudahan tersebut, pemerintah berharap para guru ngaji dapat terus menjalankan pengabdiannya dengan baik. Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan ketika mereka menjalankan tugas, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pelayanan sebagai warga.
Kunjungan kepada H. Holis dan Kiai Mus di Sumberjambe menjadi salah satu gambaran bahwa apresiasi kepada guru ngaji dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pelayanan yang dekat dengan kebutuhan mereka. Dari insentif yang disalurkan hingga pelayanan kesehatan yang datang ke rumah, pemerintah berupaya memastikan para pengabdi masyarakat tersebut tidak berjalan sendirian. (wd)