Bentuk Remaja Sehat, UKM Kependudukan Unej dan Dinsos PPPA Jember Kolaborasi Cegah HIV/AIDS
- 21 Agustus 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Bentuk Remaja Sehat, UKM Kependudukan Unej dan Dinsos PPPA Jember Kolaborasi Cegah HIV/AIDS
JEMBER, 21 AGUSTUS 2026 – Upaya membentengi generasi muda dari bahaya HIV/AIDS terus digencarkan di Kabupaten Jember. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan Universitas Jember (Unej) berkolaborasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jember menginisiasi edukasi pencegahan berbasis penguatan keluarga dan lingkungan kampus.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Gelar Wicara Kependudukan bertema "Peran Keluarga dalam Membentuk Remaja Sehat: Pencegahan HIV/AIDS di Era Modern" yang digelar di Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo Unej, Kamis 20 Agustus 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Pengarusutamaan Gender Dinsos DP3A Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M., menyambut positif sinergi ini. Menurutnya, keterlibatan aktif institusi pendidikan dan organisasi mahasiswa sangat krusial dalam merespons tingginya penemuan kasus HIV/AIDS di Jember secara rasional dan edukatif.
"Positioning Jember yang berada di peringkat tiga Jawa Timur selama tiga tahun berturut-turut merupakan kondisi yang memerlukan respons terukur, rasional, dan tanpa stigma. Kolaborasi dengan kampus seperti ini sangat penting untuk membentengi remaja dari perilaku berisiko," ujar Oktavia.
Oktavia mendorong penguatan sektor keluarga dan edukasi remaja melalui integrasi program pencegahan HIV/AIDS dengan program Kelurahan/Desa Layak Anak (KLA) yang digawangi Dinsos, serta menggandeng civitas akademika untuk menjangkau kelompok usia muda.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuning, M.Kes., memaparkan urgensi dari kolaborasi ini. Ia mengungkapkan bahwa penemuan kasus baru di Jember meningkat cukup signifikan, dari 600-an kasus pada 2021 menjadi lebih dari 800 kasus baru pada 2025. secara kumulatif sejak 2002, total kasus terdeteksi mencapai sekitar 30 ribu orang.
Temuan Dinas Kesehatan juga menunjukkan bahwa kawasan sekitar kampus di wilayah perkotaan mencatatkan sekitar 400 titik rawan (hotspot), jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan yang hanya berkisar tiga hingga lima titik.
Rita menilai, masuknya Jember dalam tiga besar di Jawa Timur bersaing dengan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan kinerja deteksi dini yang membaik. Namun, hal itu harus diimbangi dengan langkah pencegahan yang masif melalui sinergi lintas sektor, termasuk integrasi dengan program Desa/Kelurahan Layak Anak.
Melalui kolaborasi antara UKM Kependudukan Unej dan Dinsos PPPA ini, diharapkan pola edukasi pencegahan HIV/AIDS dapat menyasar langsung pusat aktivitas remaja dan kawasan pendidikan, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan. (rou)