logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

115 KK di Patrang Jember Krisis Air Bersih, Warga Harus Berjalan 1 Kilometer ke Sungai

  • 22 September 2026
  • Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
115-kk-di-patrang-jember-krisis-air-bersih-warga-harus-berjalan-1-kilometer-ke-sungai-20260922

115 KK di Patrang Jember Krisis Air Bersih, Warga Harus Berjalan 1 Kilometer ke Sungai

JEMBER, 22 September 2026 – Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kekurangan air bersih sejak Agustus 2026.

Kondisi tersebut terjadi di Jalan Dr. Soebandi, RW 003, RT 001 dan RT 002. Sumur warga mulai mengering sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen ke lokasi pada Senin,21 September 2026. Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan kekeringan membuat warga harus mencari sumber air alternatif.

"Warga harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah menuju sungai untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Iwan.

Berdasarkan hasil asesmen, dampak kekeringan tersebar di dua wilayah. Di RW 003 RT 002, sebanyak 50 KK dari total 64 KK terdampak. Sementara di RW 003 RT 001, terdapat 65 KK dari total 80 KK yang mengalami kekurangan air bersih.

Dengan demikian, total terdapat sekitar 115 KK yang terdampak.

Iwan menjelaskan, selain mengecek kondisi sumur warga, tim BPBD juga melakukan pemeriksaan terhadap mata air yang berada di sekitar lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan sumur warga mulai mengering dan sumber air yang tersedia tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kondisi ini terutama berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya," ujarnya.

Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB setelah berangkat pukul 14.00 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan ketua RT dan RW serta warga, dilanjutkan asesmen dan pengecekan sumber air. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Untuk penanganan sementara, BPBD Jember merekomendasikan penyediaan tiga unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Selain itu, distribusi air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter direkomendasikan dilakukan setiap dua hari sekali.

BPBD juga akan meneruskan hasil asesmen tersebut kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penanganan kekeringan di wilayah tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.(tgh)

Galeri Foto