logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Home Care di Ajung Capai 100 Persen Kunjungan, Tim Kesehatan Sambangi Ponpes Ainul Yaqin

  • 25 September 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
home-care-di-ajung-capai-100-persen-kunjungan-tim-kesehatan-sambangi-ponpes-ainul-yaqin-20260925

Home Care di Ajung Capai 100 Persen Kunjungan, Tim Kesehatan Sambangi Ponpes Ainul Yaqin

JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 – Pelaksanaan program Home Care di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, terus dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, dengan menyasar sejumlah warga yang telah terdata dalam program pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah.

Monev dan pendampingan kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, Desa Ajung, Kecamatan Ajung. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Camat Ajung, Kepala Puskesmas Ajung, Babinsa Desa Ajung, Tim LRT, LSN dan SRIKANDI, serta Tim Home Care UPTD Puskesmas Ajung.

Berdasarkan hasil verifikasi data, sasaran awal program Home Care di Kecamatan Ajung tercatat sebanyak 557 orang. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi pada visite pertama, sebanyak 463 orang dinyatakan terkonfirmasi sebagai sasaran yang tersebar di tujuh desa, yakni Desa Wirowongso, Sukamakmur, Rowo Indah, Pancakarya, Mangaran, Klompangan, dan Ajung.

Dari jumlah tersebut, seluruh sasaran yang telah terkonfirmasi telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Sementara itu, sebanyak 94 orang belum dapat dilayani karena sejumlah kendala administratif. Rinciannya, 47 orang telah meninggal dunia, 30 orang tidak ditemukan alamatnya, sembilan orang telah pindah ke luar wilayah kerja Puskesmas Ajung, dan delapan orang dinyatakan bukan sebagai sasaran yang valid. Data tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan.

Koordinator Home Care Kecamatan Ajung, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menyampaikan bahwa capaian pelaksanaan visite menjadi bagian penting dalam memastikan sasaran program benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Pelaksanaan Home Care tidak hanya memastikan masyarakat yang menjadi sasaran telah dikunjungi, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan mereka dapat diketahui secara langsung sehingga tindak lanjut pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Edy dalam keterangannya.

Pada pelaksanaan monev di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, tim melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang. Pertama, KH. Achmad Fauzi Sonhaji, laki-laki berusia 36 tahun yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ainul Yaqin. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tekanan darah tinggi, kadar gula darah berada dalam rentang normal, dan yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Tim selanjutnya memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjadwalkan pemeriksaan rutin pada bulan berikutnya.

Pemeriksaan berikutnya dilakukan terhadap Siti Zaenab Ibunda dari Pengasuh Ponpes, yang berusia 61 tahun. Ia mengeluhkan badan linu-linu, kesulitan duduk ketika melaksanakan salat, serta terkadang mengalami pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tekanan darah tinggi, sementara kadar gula darah dan kolesterol berada dalam rentang normal. Petugas memberikan edukasi mengenai PHBS serta anjuran melakukan senam secara mandiri di rumah dan pemeriksaan lanjutan pada bulan berikutnya.

Sementara itu, Faricha Kamilatun Nuha Achmad, bayi perempuan berusia sembilan bulan yang merupakan Putri dari Pengasuh Ponpes juga mendapatkan pemeriksaan. Ia diketahui mengalami keluhan batuk, panas, dan pilek selama sekitar satu minggu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah pada saluran pernapasan. Tim memberikan pendampingan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada keluarga mengenai PHBS serta menganjurkan pemantauan kesehatan secara berkala.

Dengan telah tercapainya 100 persen kunjungan pada visite pertama dan kedua terhadap sasaran yang telah terverifikasi, pelaksanaan Home Care di Kecamatan Ajung diharapkan dapat terus menjaga kesinambungan pelayanan. Selain pemeriksaan kesehatan, kunjungan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan masyarakat, sehingga setiap temuan dapat ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan sesuai kebutuhan. (tgh)

Galeri Foto