Home Care Jangkau Lansia di Kencong dan Wonorejo, Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Langsung ke Rumah
- 05 September 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Home Care Jangkau Lansia di Kencong dan Wonorejo, Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Langsung ke Rumah
JEMBER, 05 SEPTEMBER 2026– Program Home Care terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Kencong bersama Puskesmas Kencong untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), tetap terpantau. Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah warga.
Kunjungan Home Care kali ini merupakan kunjungan kedua berdasarkan data dari Dinas Sosial. Tim menyambangi sejumlah warga di Dusun Wunguan, Desa Kencong, kemudian dilanjutkan ke Desa Wonorejo. Jum'at, 04 September 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas Kencong, perwakilan Dispendukcapil, Cahmat, serta pihak RT setempat. Selain pemeriksaan kesehatan, kunjungan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui secara langsung kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu warga yang mendapat kunjungan adalah Muni'ah, 90 tahun, warga Dusun Wunguan, Desa Kencong. Dalam pemeriksaan, Muni'ah tercatat dalam penanganan hipertensi dengan hasil tekanan darah 198/86 mmHg.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Wonorejo. Salah satu sasaran Home Care adalah Satonah, 81 tahun, warga Krajan A, Desa Wonorejo. Dari hasil pemeriksaan, Satonah juga menjadi sasaran penanganan hipertensi dengan tekanan darah tercatat 180/90 mmHg.
Data tersebut menjadi bagian dari catatan medis lapangan tim Home Care untuk memastikan kondisi kesehatan lansia dapat dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. Pemeriksaan langsung ke rumah juga memungkinkan petugas melihat kondisi pasien sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga.
Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, mengatakan Home Care merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang mendekatkan tenaga medis kepada masyarakat, terutama warga lansia yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan.
“Home Care ini kami lakukan untuk memastikan kondisi kesehatan lansia dapat terpantau secara langsung. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan, kemudian hasilnya menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Kami juga memberikan edukasi kepada keluarga agar ikut memperhatikan kondisi kesehatan lansia,” ujar Untung.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan setiap pasien menjadi perhatian tim, terutama apabila ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut.
“Dengan kunjungan langsung ke rumah, kami bisa mengetahui kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Tidak hanya keluhan kesehatan, tetapi juga kondisi lingkungan dan dukungan keluarga terhadap pasien. Ini penting agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto menyampaikan bahwa Program Home Care mendapat respons positif dari masyarakat karena memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan secara langsung di rumah warga.
Menurutnya, hingga saat ini layanan kesehatan gratis tersebut telah menjangkau hampir 90 persen wilayah Kencong dan Cakru.
“Alhamdulillah, Program Home Care mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Program ini memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan langsung di rumah. Hingga saat ini, layanan kesehatan gratis ini telah menjangkau hampir 90 persen wilayah Kencong dan Cakru. Kami berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ronny.
Camat Kencong menilai Home Care tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim dapat menemukan persoalan lain seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga kendala administrasi kependudukan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Ketika tim turun langsung ke lapangan, kami tidak hanya menemukan persoalan kesehatan. Ada juga berbagai kondisi sosial yang dapat diidentifikasi, seperti Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH maupun kendala administrasi kependudukan yang dihadapi warga,” jelas Ronny.
Berbagai temuan tersebut selanjutnya akan dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Inilah pentingnya kolaborasi lintas sektor. Temuan di lapangan akan kami laporkan dan koordinasikan dengan pihak terkait agar persoalan masyarakat tidak berhenti pada pendataan, tetapi bisa segera mendapatkan tindak lanjut. Jadi, Home Care bukan hanya soal pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap pelayanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat dan keberadaan lansia maupun kelompok rentan lainnya dapat terus terpantau. Kunjungan dari rumah ke rumah juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, serta berbagai perangkat pelayanan publik dalam memberikan pelayanan yang lebih dekat dan tepat sasaran. (Gfr)