Home Care Puskesmas Kencong Temukan Warga dengan Kondisi Kesehatan Berisiko, Dirujuk untuk Penanganan Lanjutan
- 10 Oktober 2026
- Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
Home Care Puskesmas Kencong Temukan Warga dengan Kondisi Kesehatan Berisiko, Dirujuk untuk Penanganan Lanjutan
JEMBER, 10 OKTOBER 2026 – Tim tenaga kesehatan Puskesmas Kencong melakukan kunjungan Home Care terhadap dua warga dengan kondisi kesehatan dan sosial yang membutuhkan perhatian khusus di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jumat 09 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, seorang warga bernama Puri Handayani harus dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Kencong setelah pemeriksaan awal menunjukkan hasil abnormal yang memerlukan tindak lanjut medis.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Puskesmas Kencong ini melibatkan Kepala Puskesmas Kencong beserta tim tenaga kesehatan, Camat Kencong Leon Lazuardy, S.T., beserta staf, Staf Ahli, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Kepala Desa Wonorejo beserta perangkat, serta Dra. Anik Indahwati selaku LRT.
Kunjungan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan melalui kanal Wadul Guse. Pelayanan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan administrasi kependudukan, jaminan kesehatan, dan bantuan sosial bagi warga yang menghadapi keterbatasan.
Pada pukul 09.00 WIB, tim mendatangi kediaman Puri Handayani di Dusun Krajan B, Desa Wonorejo. Puri diketahui memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes melitus selama kurang lebih tiga tahun.
Selain persoalan kesehatan, kondisi sosial Puri juga memprihatinkan. Ia dilaporkan tidak memiliki sanak saudara yang dapat mendampingi, tinggal di rumah yang tidak layak huni, dan masih menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi. Kebutuhan MCK di tempat tinggalnya sementara dipenuhi melalui bantuan warga sekitar.
Puri diketahui baru kembali dari Bali dan telah tinggal di Dusun Krajan B selama sekitar enam hari sebelum kunjungan Home Care berlangsung.
Di lokasi, tim Puskesmas Kencong melakukan pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital, elektrokardiogram (EKG), gula darah acak, asam urat, dan kolesterol.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan kondisi abnormal yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang lebih komprehensif, tim kemudian membawa Puri menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kencong.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari pelayanan Home Care, yakni bukan sekadar melakukan pemeriksaan di rumah, melainkan memastikan pasien memperoleh tindak lanjut sesuai kondisi klinisnya.
Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, menekankan pentingnya pemeriksaan langsung terhadap warga yang mengalami keterbatasan akses pelayanan kesehatan, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis dan kondisi sosial yang rentan.
“Pelayanan Home Care menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketika pemeriksaan awal menemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien harus segera diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih komprehensif sesuai kondisi klinisnya,” Ujar Untung
Menurutnya, kunjungan langsung juga membantu tenaga kesehatan mengenali kondisi pasien secara lebih menyeluruh, termasuk hambatan yang mungkin dihadapi dalam mengakses fasilitas kesehatan.
Dalam kasus Puri Handayani, tindak lanjut ke Puskesmas dilakukan setelah ditemukan hasil pemeriksaan abnormal. Penanganan lanjutan diperlukan agar kondisi pasien dapat dievaluasi lebih mendalam dan langkah medis berikutnya ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Selain Puri Handayani, tim Home Care Puskesmas Kencong juga mengunjungi Lilik Juwariyah pada pukul 09.30 WIB di Dusun Krajan B, Desa Wonorejo.
Lilik merupakan kepala keluarga tunggal, penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara, serta memiliki anak dengan autisme. Ia juga diketahui mempunyai riwayat diabetes melitus.
Tim tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital, EKG, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Setelah pemeriksaan, Lilik diberikan obat sesuai penilaian tenaga kesehatan dan mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial.
Kondisi Lilik menjadi perhatian tersendiri karena persoalan kesehatan yang dialaminya berlangsung bersamaan dengan keterbatasan komunikasi, disabilitas, serta tanggung jawab keluarga.
Melalui kunjungan ini, tim berupaya memastikan bahwa kondisi kesehatan warga tetap menjadi perhatian sekalipun mereka menghadapi hambatan dalam kehidupan sehari-hari. (gfr)