Home Care Sasar Dua Lansia dan Balita di Wirolegi, Lurah Apresiasi Gus Fawait
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Home Care Sasar Dua Lansia dan Balita di Wirolegi, Lurah Apresiasi Gus Fawait
JEMBER, 17 OKTOBER 2026 – Tim Home Care Kecamatan Sumbersari kunjungi warga yang membutuhkan pendampingan kesehatan.
Kali ini, pasangan lanjut usia (lansia), Mucito dan sang istri, serta seorang balita, Zaidan Rudi, di RW 16, Lingkungan Sumberejo, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, menjadi sasaran pelayanan tersebut, Jumat 16 Oktober 2026.
Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP., M.M., mengatakan pihak kelurahan turut melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Home Care untuk memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Atas nama warga Kelurahan Wirolegi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Jember, Gus Fawait, atas program yang telah dilaksanakan untuk membantu warga yang kurang mampu,” ujar Athur.
Dia berharap program Home Care dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain membantu warga memperoleh pelayanan kesehatan, program ini diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat Kelurahan Wirolegi.
“Semoga ke depannya program Home Care ini bisa membawa keberkahan untuk seluruh warga Kelurahan Wirolegi,” katanya.
Athur menegaskan komitmen Kelurahan Wirolegi akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Bidan Kelurahan Wirolegi, Wiji Rahayu, menjelaskan bahwa Zaidan merupakan salah satu sasaran pemantauan di Posyandu 52 yang memiliki sekitar 57 balita.
Menurut Wiji, pertumbuhan Zaidan masih perlu mendapat perhatian, terutama pada tinggi dan berat badan. Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkala dengan melibatkan bidan dan kader Posyandu setempat.
“Untuk tinggi badannya kurang maksimal, kemudian untuk berat badannya juga masih menjadi perhatian,” ujar Wiji.
Sementara, Mucito dan sang istri merupakan pasangan lansia dengan KK tunggal. Menurutnya, kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Terlebih sang istri mengalami gangguan penglihatan selama sekitar 15–20 tahun, dan juga memiliki riwayat tekanan darah tinggi. (fat)