Homecare Patrang Jemput Bola Layani Warga, Pasien PPOK Dibawa ke Puskesmas
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Homecare Patrang Jemput Bola Layani Warga, Pasien PPOK Dibawa ke Puskesmas
JEMBER, 02 OKTOBER 2026 - Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, upaya mendekatkan layanan kepada warga terus dilakukan melalui program Homecare dengan mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan di rumah.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Tim Homecare Kecamatan Patrang kembali turun ke lapangan menyambangi sejumlah warga di Kelurahan Gebang. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Patrang yang dipimpin dr. Aditha Fitriana Andiani, M.Kes., bersama tim.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Camat Patrang Musyaffa, S.H.I., M.M., Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kasi PMKS) Kecamatan Patrang Fiqih Zulfikar Ali, S.STP., serta Rachminda Iskandarian, S.E., dari PTSP.
Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Wagiman, warga Kelurahan Gebang yang mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) disertai hipertensi.
Setibanya di rumah warga, tim medis langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan Wagiman. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi Wagiman dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Tim pun segera mengambil langkah dengan membawa Wagiman ke Puskesmas Patrang agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan.
Camat Patrang Musyaffa mengatakan, program Homecare merupakan bentuk pelayanan jemput bola yang bertujuan memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan atau membutuhkan penanganan khusus tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. Kami hadir langsung untuk melihat kondisi warga, mendengarkan keluhannya, dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Musyaffa.
Menurut dia, kunjungan langsung ke rumah warga juga memungkinkan pemerintah bersama tenaga kesehatan mengetahui kondisi masyarakat secara lebih nyata. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan tindak lanjut.
“Ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tentu kami tidak ingin mengambil risiko. Warga langsung kami arahkan dan, jika diperlukan, dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan medis,” katanya.
Setelah mengunjungi Wagiman, Tim Homecare Kecamatan Patrang melanjutkan perjalanan ke kediaman Susi Handayani, seorang penyandang disabilitas tunarungu di Kelurahan Gebang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga dengan kebutuhan khusus tetap memperoleh perhatian dan akses pelayanan kesehatan yang layak.
Melalui kunjungan langsung, tim dapat melihat kondisi warga secara lebih dekat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang terkadang tidak terlihat ketika pelayanan hanya dilakukan di fasilitas kesehatan.
Musyaffa menegaskan, pelayanan publik tidak cukup hanya berorientasi pada administrasi maupun pemeriksaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata dan memastikan adanya tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pelayanan itu bukan sekadar datang, memeriksa, lalu selesai. Kami ingin setiap kunjungan memberikan manfaat dan, apabila ada persoalan yang membutuhkan tindak lanjut, harus ada langkah konkret yang dilakukan,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan Homecare dapat terus menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dekat dengan masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Kecamatan Patrang bersama Puskesmas Patrang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, manusiawi, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Semangat kami adalah hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengar keluhan secara langsung, melihat kondisi warga dari dekat, dan memastikan ada langkah yang dilakukan setelahnya. Karena pelayanan publik bukan hanya tentang kehadiran, tetapi bagaimana masyarakat merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri ketika menghadapi kondisi yang sulit,” ujar Musyaffa. (naf)