logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jember, BPBD Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Distribusi Logistik

  • 16 Desember 2025
  • Dibaca 499 Kali
Bagikan Via:
hujan-ekstrem-picu-banjir-dan-longsor-di-jember-bpbd-bergerak-cepat-lakukan-evakuasi-dan-distribusi-logistik-20251216

Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jember, BPBD Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Distribusi Logistik

Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Jember pada Senin, 15 Desember 2025, dan mengakibatkan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang mulai turun sejak pukul 11.00 WIB dan mencapai puncaknya pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Kondisi tersebut sesuai dengan peringatan dini cuaca yang sebelumnya telah dikeluarkan untuk wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jember. Akibat kejadian ini, banjir luapan sungai, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan infrastruktur tidak dapat dihindari.

Bencana ini terjadi di sembilan kecamatan dan 19 desa atau kelurahan yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember. Kecamatan yang terdampak meliputi Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk. Luapan sejumlah sungai besar seperti Sungai Bedadung, Sungai Kalijompo, Sungai Mayang, Sungai Rembangan, dan Sungai Dinoyo menyebabkan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai dua meter. Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu longsor di wilayah perbukitan serta mengakibatkan pohon tumbang yang menutup akses jalan.

Dampak paling signifikan dirasakan oleh masyarakat di wilayah padat penduduk seperti Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari. Berdasarkan rekapitulasi sementara, sebanyak 1.271 kepala keluarga terdampak banjir luapan Sungai Bedadung dan anak sungainya. Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang ikut terdampak, yakni 16 lansia, 10 balita, dan satu ibu hamil. Kerusakan bangunan meliputi satu rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, empat rumah rusak ringan, dua fasilitas umum, serta tiga jembatan yang mengalami kerusakan dengan kategori dua rusak berat dan satu rusak ringan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember melalui Pusdalops segera melakukan langkah cepat dan terukur. Setelah menerima laporan awal pada pukul 14.55 WIB, tim langsung bergerak ke lokasi terdampak untuk melakukan koordinasi, asesmen, evakuasi warga, serta dokumentasi kejadian. BPBD juga mendirikan tenda pengungsian sementara di beberapa titik dan memfasilitasi warga yang harus mengungsi akibat rumahnya terendam air. Hingga Selasa dini hari, 16 Desember 2025 pukul 03.00 WIB, tim gabungan masih terus melakukan penanganan di lapangan.

Selain upaya evakuasi, BPBD Kabupaten Jember juga mendistribusikan bantuan logistik secara bertahap kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi paket logistik provinsi, makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, paket kebersihan, selimut, kompor, peralatan masak, serta paket khusus untuk balita dan lansia. Di beberapa lokasi rawan genangan, BPBD juga meminjamkan peralatan penanganan banjir berupa alkon bensin dan diesel guna mempercepat proses penyedotan air. Seluruh distribusi dilakukan dengan prinsip tepat sasaran dan mengutamakan kelompok rentan.

Tidak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di tiga kecamatan, yaitu Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk. Longsor menyebabkan akses jalan tertutup material tanah dan pohon tumbang, serta merusak area persawahan warga. Proses pembersihan material longsor dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan bersama Dinas PUBMSDA dengan dukungan alat berat dan pemasangan terpal di titik rawan longsor. Hingga Selasa pagi, sebagian besar akses jalan telah kembali dapat dilalui.

Sebagai langkah ke depan, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan. Selain itu, diperlukan kerja bakti massal untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir di permukiman warga. Pemerintah daerah juga disarankan melakukan peninjauan ulang terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi dan bantaran sungai. BPBD memastikan bahwa pemantauan situasi akan terus dilakukan dan setiap perkembangan akan segera dilaporkan kepada pihak terkait demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Kabupaten Jember.

Galeri Foto