Jamin Kondusivitas Daerah, Pimpinan DPRD Jember Ajak Semua Pihak Lakukan Cooling Down
- 19 Juni 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Jamin Kondusivitas Daerah, Pimpinan DPRD Jember Ajak Semua Pihak Lakukan Cooling Down
JEMBER, 19 JUNI 2026 - Masih di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, jajaran pimpinan legislatif menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan instansi agar mengutamakan stabilitas wilayah Jember di atas kepentingan lainnya. Rabu, 17 Juni 2026
Seruan ini muncul di tengah memanasnya diskusi seputar rencana alih fungsi lahan produktif untuk fasilitas militer di Kecamatan Silo. Yakni rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
DPRD Jember menilai riwayat dinamika sosial di Desa Silo punya tingkat kerawanan yang cukup tinggi, sehingga perlu dikelola dengan pendekatan manajemen krisis yang matang.
Pimpinan DPRD Jember juga menginginkan adanya ruang dialog yang tenang, tanpa tekanan psikologis maupun pergerakan massa sepihak di lapangan.
Segala bentuk provokasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman publik, diminta segera dihentikan oleh semua pihak yang bersinggungan langsung dengan area tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, meminta komitmen moral dari perwakilan warga, aparatur desa, hingga komando distrik militer untuk sama-sama menahan diri.
“Nah, selama kita belum ke Kementerian Kehutanan, catatannya adalah semua harus cooling down. Ya, semua harus cooling down,” kata Widarto dengan nada tegas di hadapan seluruh peserta rapat.
Ia mengingatkan bahwa warga di area hutan sosial tersebut juga bagian dari masyarakat Jember yang ketenteramannya wajib dilindungi.
Hubungan persaudaraan di tingkat akar rumput, menurutnya, tidak boleh dirusak oleh sentimen kelompok sebelum ada kepastian regulasi dari pemerintah pusat.
“Masyarakat tidak boleh melakukan gerakan-gerakan tambahan, mohon izin komandan, begitu juga dengan kodim. Iya. Tahan diri. Pemerintah desa juga gitu. Ini warga jenengan,” tambah Widarto mengajak agar tidak ada gesekan di segala sektor.
Kondusivitas wilayah dipandang sebagai modal utama yang jauh lebih strategis untuk menjaga keberlangsungan roda ekonomi sekaligus keamanan makro di Kabupaten Jember. (gil)