logo ppid jember kim
Oleh : Inspektorat

Jangkau Warga Rentan, Homecare Terus Berjalan

  • 30 Oktober 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
jangkau-warga-rentan-homecare-terus-berjalan-20261030

Jangkau Warga Rentan, Homecare Terus Berjalan

JEMBER 30 OKTOBER 2026, – Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui program Homecare yang menyasar masyarakat rentan, khususnya lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut, Inspektorat Kabupaten Jember turut serta dalam kegiatan pendampingan rutin Homecare yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026 dengan mengunjungi empat warga di wilayah Kecamatan Bangsalsari.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Inspektorat Kabupaten Jember, Bagian Organisasi, Camat Bangsalsari, Kepala Puskesmas Bangsalsari, Kepala Desa Gambirono, kader posyandu setempat, Kepala Dusun Krajan dan Jatisari, petugas Program Keluarga Harapan (PKH), serta unsur pendamping sosial dari Desa Gambirono dan Tisnogambar.

Melalui kunjungan langsung ke rumah warga, tim Homecare melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. Pendekatan ini dilakukan agar pelayanan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal serta akses masyarakat terhadap bantuan sosial.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengunjungi empat warga dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Kunjungan pertama dilakukan kepada Liati, seorang lansia dengan hasil pemeriksaan tekanan darah 160/100 mmHg. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, kondisi tempat tinggalnya yang belum layak huni turut menjadi perhatian tim. Rumah tersebut masih berdinding bambu dan berlantaikan tanah. Berdasarkan hasil pendataan, Liati masuk dalam desil 1 dan telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tim juga memberikan obat penurun tekanan darah sesuai rekomendasi medis, vitamin, serta bantuan berupa daster dan selimut.

Selanjutnya, tim mengunjungi Mungkas, seorang penyandang disabilitas yang juga memiliki riwayat hipertensi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/80 mmHg dan kadar gula darah sewaktu 124 mg/dL. Dalam pemeriksaan awal, ditemukan pula keluhan penglihatan buram dan gangguan pendengaran ringan. Kondisi tempat tinggal yang masih berlantaikan tanah, berdinding bambu, serta tempat tidur berbahan bambu turut menjadi perhatian. Sebagai bentuk kepedulian, tim memberikan vitamin B kompleks serta bantuan sarung dan selimut.

Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Ibu Sanari, seorang lansia berusia 86 tahun dengan hasil pemeriksaan tekanan darah 120/60 mmHg. Ia mengeluhkan nyeri pada bagian lutut yang berkaitan dengan faktor usia. Selain kondisi kesehatan, tim juga mengidentifikasi permasalahan administrasi kependudukan karena data yang bersangkutan masih tergabung dalam satu Kartu Keluarga (KK) bersama menantunya. Kondisi tersebut memerlukan tindak lanjut berupa pengurusan pemisahan KK agar pendataan dan akses terhadap bantuan sosial dapat lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya. Tim turut memberikan obat pereda nyeri sesuai rekomendasi medis, vitamin B kompleks, daster, dan selimut.

Sementara itu, kunjungan keempat dilakukan kepada Pak Main, seorang lansia yang mengeluhkan sesak napas dan sering mengalami pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 150/80 mmHg. Tim juga melakukan pemeriksaan detak jantung menggunakan stetoskop dengan temuan awal yang mengarah pada dugaan pembesaran otot jantung. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Dari aspek sosial, kondisi rumah yang belum layak huni menjadi perhatian karena masih berdinding bambu dan berlantaikan tanah. Namun, pengusulan bantuan RTLH masih terkendala status administrasi kependudukan yang bersangkutan karena masih tergabung dalam satu KK dengan anaknya yang telah memiliki rumah layak huni.

Kasubag Administrasi dan Umum Inspektorat Kabupaten Jember, Rahmat Solihin, S.Kom., yang turut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pendampingan rutin ini merupakan bagian penting untuk memastikan program Homecare dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Melalui kegiatan Homecare, pemerintah dapat melihat dan mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di lapangan, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi sosial dan tempat tinggalnya. Kami dari Inspektorat turut mendampingi untuk mendukung pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, sekaligus mendorong agar setiap permasalahan dan kebutuhan yang ditemukan dapat dikoordinasikan serta ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” ungkap Rahmat.

Ia juga berharap sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, dan unsur pendamping sosial dapat terus diperkuat sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Melalui pelaksanaan Homecare secara rutin, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan dan bantuan secara langsung, program ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial, administrasi kependudukan, hingga kebutuhan perbaikan tempat tinggal yang memerlukan penanganan lintas sektor.

Keterlibatan Inspektorat Kabupaten Jember dalam pendampingan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan pelaksanaan program pemerintah daerah. Dengan koordinasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan, program Homecare diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan di Kabupaten Jember. (ily)

Galeri Foto