Jember Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Dongkrak Potensi Investasi
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Jember Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Dongkrak Potensi Investasi
JEMBER, 07 OKTOBER 2026 - Potensi investasi di daerah tidak cukup hanya dipromosikan. Pemerintah daerah perlu memastikan potensi tersebut diterjemahkan menjadi peluang investasi yang konkret, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Upaya memperkuat ekosistem investasi itu menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoptimalkan Potensi Investasi Daerah Melalui Sinergi dan Kolaborasi Pusat dan Daerah” yang diikuti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, Rabu 07 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Hubungan dengan Daerah tersebut digelar secara daring melalui Microsoft Teams. Forum itu mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk membahas strategi pengembangan investasi di daerah.
DPMPTSP Kabupaten Jember mengikuti kegiatan tersebut dengan melibatkan Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si., Koordinator Tim Substansi Penanaman Modal A.A. Wijaya, Penelaah Teknis Kebijakan Meriza Setyawati Nitisasmito, S.H., Analis Kebijakan Ahli Pertama Yuliananingsih, S.E., serta Penata Layanan Operasional Penanaman Modal Ayu Rafita Dwi Cahyati, S.T.
Dalam forum tersebut, peserta membahas cara mengubah potensi yang dimiliki setiap kabupaten/kota menjadi peluang investasi yang lebih nyata. Pembahasan tidak hanya berfokus pada besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga pada kesiapan ekosistem investasi.
Kesiapan itu mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan pembangunan, tata ruang dan ketersediaan lahan, infrastruktur, pembiayaan, perizinan, lingkungan, hingga ketersediaan tenaga kerja dan keterhubungan dengan rantai pasok.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti mengatakan, pengembangan investasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar potensi daerah dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Investasi bukan hanya tentang seberapa besar nilai penanaman modal yang masuk, tetapi bagaimana investasi tersebut dapat tumbuh bersama potensi daerah, membuka lapangan kerja, menggerakkan pelaku usaha lokal, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih siap dan berkelanjutan.”
Dalam kerangka acuan kegiatan (TOR), pemerintah daerah ditempatkan sebagai salah satu pihak strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi wilayah sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan investasi tumbuh.
Namun, kesiapan investasi tidak dapat dibebankan kepada satu sektor saja. Sejumlah aspek berkaitan dengan kewenangan lintas sektor sehingga membutuhkan sinkronisasi kebijakan, koordinasi yang efektif, pembagian peran yang jelas, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
FGD tersebut juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang membuat potensi daerah belum sepenuhnya berkembang menjadi peluang investasi. Persoalan itu antara lain berkaitan dengan iklim investasi, dukungan pembiayaan, perizinan, tata ruang, ketersediaan lahan, lingkungan, serta kesiapan daerah dalam mendukung pengembangan industri dan hilirisasi.
Investasi juga diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki keterkaitan dengan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, masuknya penanaman modal dapat menciptakan efek berantai bagi pelaku usaha lokal dan memperkuat struktur perekonomian daerah.
Bagi Kabupaten Jember, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan perspektif dalam mengembangkan investasi. Potensi daerah tidak cukup hanya dipromosikan, tetapi harus ditopang regulasi, tata ruang, infrastruktur, pelayanan publik, sumber daya manusia, serta kepastian berusaha.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, investasi diharapkan tidak berhenti pada angka realisasi penanaman modal. Lebih dari itu, investasi dapat menjadi penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
DPMPTSP Kabupaten Jember pun terus mengambil bagian dalam membangun iklim investasi yang terbuka dan terarah, sekaligus memperkuat kepercayaan investor agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (mat)