logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

JFC 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, Pedagang Kaki Lima di Jember Nikmati Lonjakan Omzet

  • 27 Juli 2026
  • Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
jfc-2026-dongkrak-ekonomi-rakyat-pedagang-kaki-lima-di-jember-nikmati-lonjakan-omzet-20260727

JFC 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, Pedagang Kaki Lima di Jember Nikmati Lonjakan Omzet

JEMBER, 27 JULI 2026 - Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menyuguhkan atraksi seni dan budaya bertaraf internasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Ribuan pengunjung yang memadati kawasan pusat kota selama rangkaian acara berlangsung membuat omzet pedagang kaki lima meningkat signifikan.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak tersebut adalah Endang (51), penjual Rangen (jajanan tradisional khas Jember) yang berasal dari Desa Panti. Perempuan yang telah berjualan sejak 2019 itu mengaku pendapatannya meningkat draktis sejak JFC digelar.

Endang yang sehari-hari berjualan di area parkir Masjid Jember mengatakan ramainya pengunjung sejak Jumat, 24 Juli 2026, hingga Minggu, 26 Juli 2026, membuat dagangannya cepat habis.

"Mulai hari Jumat sampai sekarang (Minggu), alhamdulillah ramai. Pembeli datang silih berganti sehingga dagangan saya lebih cepat habis dibanding hari biasa," katanya sambil tersenyum.

Ia menjelaskan usaha yang dijalankannya merupakan milik sendiri dan telah menjadi sumber penghasilan utama keluarga selama enam tahun terakhir. Menurutnya, penyelenggaraan JFC selalu membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil karena jumlah pengunjung meningkat tajam.

"Kalau ada JFC seperti ini, penghasilan kami ikut naik. Semoga acara seperti ini terus diselenggarakan setiap tahun karena sangat membantu pedagang kecil," ujarnya.

Hal serupa dirasakan Agus Sodikin warga kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang penjual gorengan dan kopi yang lokasi berjualan berdekat dengan Pendopo Bupati Jember (Wahyawibawagraha).

Ia mengaku omzet penjualannya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa seiring membludaknya wisatawan dan masyarakat yang menyaksikan JFC.

"Ya, alhamdulillah, Mas. Gorengan saya laris. Omzet bisa naik sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa karena pengunjung sangat ramai," katanya.

Meningkatnya aktivitas perdagangan selama JFC menunjukkan bahwa ajang karnaval tersebut tidak hanya menjadi daya tarik sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal.

Kehadiran ribuan wisatawan turut menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari pedagang makanan tradisional, minuman, hingga pelaku usaha lainnya di sekitar lokasi kegiatan.

Penyelenggaraan JFC 2026 diharapkan terus menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Jember, terutama pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatannya pada tingginya kunjungan wisatawan selama agenda tahunan tersebut. (rus)

Galeri Foto