Kader Posyandu dan Lansia Gugut Dibekali Pengetahuan Deteksi Dini Penyakit, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Warga
- 18 September 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Kader Posyandu dan Lansia Gugut Dibekali Pengetahuan Deteksi Dini Penyakit, Jadi Garda Terdepan Kesehatan Warga
JEMBER, 18 September 2026 – Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan terus dilakukan di Kecamatan Rambipuji. Kali ini, Puskesmas Rambipuji memberikan pembekalan kepada Kader Posyandu dan Kader Lansia Desa Gugut melalui kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar di Pendopo Desa Gugut, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para kader untuk memperkuat pengetahuan mengenai kesehatan, khususnya kemampuan mengenali gejala penyakit sejak dini sebelum kondisi warga berkembang menjadi lebih serius.
Sebanyak 40 kader Posyandu dari delapan Posyandu mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula 10 Kader Lansia yang mendapatkan materi dan pemahaman mengenai berbagai persoalan kesehatan yang kerap dijumpai di tengah masyarakat.
Pembekalan menghadirkan Bidan Desa Lishartatik, bersama dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Rambipuji, yakni Eka Lindayani dan Umi Safa. Para pemateri memberikan penjelasan secara langsung dan praktis mengenai pengetahuan dasar kesehatan, termasuk mengenali gejala penyakit luar maupun penyakit dalam yang dapat dialami masyarakat.
Dalam pemaparannya, para kader diarahkan agar tidak hanya memahami nama suatu penyakit, tetapi juga mampu mengenali tanda-tanda atau gejala yang muncul. Pengetahuan tersebut dinilai penting karena kader merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat.
Kader Posyandu dan Kader Lansia sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga di lingkungannya. Karena itu, kemampuan mengenali gejala awal suatu penyakit dapat menjadi langkah awal untuk memberikan edukasi dan mendorong warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara tepat.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah mengenai ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dijelaskan bahwa ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga bagian paru-paru.
Para kader juga diberikan pemahaman bahwa munculnya gejala ISPA tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai penyakit influenza A. Untuk memastikan diagnosis suatu penyakit secara akurat, diperlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan, pada kondisi tertentu, pemeriksaan laboratorium.
Pemahaman tersebut penting agar kader tidak melakukan diagnosis sendiri terhadap warga. Peran kader lebih diarahkan pada mengenali tanda-tanda awal, memberikan edukasi, serta mendorong masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan apabila ditemukan keluhan kesehatan.
Dalam materi pencegahan ISPA, kader diingatkan mengenai sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menggunakan masker ketika diperlukan, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika saat batuk dan bersin, memastikan ventilasi rumah berjalan baik, menghindari paparan asap rokok, serta menjaga jarak atau menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Para peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan saluran pernapasan. Beberapa di antaranya adalah perubahan cuaca, ventilasi rumah yang kurang baik, paparan asap rokok, polusi udara, serta kondisi lingkungan yang padat atau kerumunan orang.
Materi tersebut tidak hanya menjadi tambahan wawasan bagi kader, tetapi diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan demikian, informasi kesehatan tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat menyebar hingga ke tingkat rumah tangga.
Camat Rambipuji Prima Kusuma Dewi, di tempat terpisah, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Puskesmas Rambipuji. Menurutnya, peningkatan kapasitas kader merupakan bagian penting dalam memperkuat upaya pelayanan dan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.
Keberadaan kader, kata dia, memiliki posisi strategis karena kader merupakan bagian dari masyarakat yang berinteraksi langsung dengan warga dalam berbagai kegiatan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Gugut Pusriyanto mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas tersebut. Ia menilai pelatihan seperti ini memberikan bekal yang sangat berarti bagi kader, terutama dalam mengenali gejala penyakit secara lebih dini.
“Para kader ini langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, pengetahuan tentang gejala orang sakit sangat berarti agar mereka memiliki bekal ketika memberikan informasi dan pendampingan kepada warga,” ungkapnya.
Pusriyanto berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat Desa Gugut. Menurutnya, semakin banyak kader yang memiliki pemahaman kesehatan, semakin kuat pula upaya pencegahan penyakit di tingkat masyarakat.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini sekaligus mempertegas bahwa menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis. Masyarakat, keluarga, hingga kader kesehatan memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dari Pendopo Desa Gugut, pesan yang dibawa para kader pun sederhana namun penting: mengenali gejala lebih awal, mencegah sebelum sakit semakin berat, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika muncul keluhan.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, para kader Posyandu dan Kader Lansia diharapkan semakin percaya diri menjalankan perannya sebagai garda terdepan edukasi kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara warga dan layanan kesehatan Puskesmas Rambipuji.(sai)