Kebakaran Lahan 2,5 Hektare Dekat SMA Muhammadiyah, Api Berhasil Dipadamkan Tak Sampai Merambat ke Gedung Sekolah
- 03 September 2026
- Dibaca 243 Kali
Bagikan Via:
Kebakaran Lahan 2,5 Hektare Dekat SMA Muhammadiyah, Api Berhasil Dipadamkan Tak Sampai Merambat ke Gedung Sekolah
JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 - Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 2,5 hektare di belakang SMA Muhammadiyah, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis, 03 September 2026. Api membakar tanaman bambu, daun kering, dan ilalang di lahan milik PUPR.
Kebakaran tersebut sempat mengancam lingkungan SMA Muhammadiyah yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi kejadian. Asap bahkan dilaporkan masuk ke ruang kelas ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bersama petugas gabungan berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke area sekolah.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, M.Zaenudin Permana, mengatakan kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.
"Kondisi lahan yang kering ditambah angin membuat api cepat berpotensi meluas. Lokasinya juga cukup dekat dengan sekolah sehingga perlu segera dilakukan penanganan," ujar Zaenudin.
Menurut laporan BPBD Jember, kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB, asap mulai masuk ke ruang kelas SMA Muhammadiyah yang berada di samping lahan terbakar.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Saat musim kemarau, aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi menyebabkan api merembet ke tanaman bambu.
Mendapat laporan tersebut, tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 14.20 WIB dan tiba lima menit kemudian. Penanganan dilakukan bersama Koramil, Polsek, Satpol PP, Damkar, MDMC, pihak sekolah, dan masyarakat.
Petugas memadamkan api menggunakan tangki pemadam milik Damkar dan BPBD. Tim TRC-PB juga menggunakan gepyok untuk mengendalikan titik api yang berada di area lahan.
Setelah berjibaku memadamkan api, sekitar pukul 15.45 WIB kebakaran berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Zaenudin mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang kering dapat membuat api dengan cepat merambat dan mengancam permukiman maupun fasilitas umum.
"Pembakaran sampah di musim kemarau sangat berisiko. Kami mengimbau masyarakat memilih cara pengelolaan sampah yang aman dan tidak membakar sampah di area yang berdekatan dengan lahan kering," katanya.
BPBD juga merekomendasikan pembersihan material kering di sekitar area yang berbatasan dengan sekolah guna mengurangi potensi rambatan api. Kamis sore, kondisi lokasi dinyatakan aman dan terkendali. TRC-PB BPBD masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Penanganan di lapangan sempat menghadapi kendala berupa kondisi lahan yang curam dan licin. (tgh)