Kebakaran Lahan 3.000 Meter Persegi di Perbatasan Bintoro-Slawu Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Waspada
- 12 Oktober 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Kebakaran Lahan 3.000 Meter Persegi di Perbatasan Bintoro-Slawu Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Waspada
JEMBER, 12 OKTOBER 2026 – Kebakaran lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi terjadi di kawasan perbatasan Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Slawu, tepatnya di belakang Perumahan Asa Dreamland, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin 12 Oktober 2026. Respons cepat warga yang segera melaporkan kejadian tersebut membantu petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan sehingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.
Kebakaran sempat memicu kepanikan warga sekitar akibat kepulan asap tebal yang membubung tinggi di tengah musim kemarau. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, api pertama kali diketahui oleh warga yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Laporan kebakaran diterima pada pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, petugas pemadam kebakaran bersama armada pendukung langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke area permukiman.
Berkat kesigapan petugas dan koordinasi di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah pemadaman, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan di area terdampak untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Aparat pemerintah setempat turut memantau kondisi di lokasi guna memastikan situasi tetap aman. Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum (Kasi Pem dan Pelum) Kelurahan Bintoro, Suhendra Darmawan, S.E., yang meninjau lokasi kejadian, mengapresiasi respons cepat warga dan petugas gabungan dalam menangani kebakaran tersebut.
“ Kami mengapresiasi kesigapan warga yang segera melaporkan kejadian ini sehingga petugas pemadam kebakaran dapat segera melakukan penanganan. Sinergi antara masyarakat, petugas, dan pemerintah setempat sangat penting untuk mencegah api meluas dan meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga. Setelah api berhasil dipadamkan, pemantauan dan pendinginan juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar Suhendra Darmawan saat meninjau lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama musim kemarau ketika kondisi lahan yang kering dapat memperbesar risiko api menyebar.
Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat api atau tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.
Melalui kepedulian dan kesiapsiagaan bersama, risiko kebakaran diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, permukiman, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (fzr)