Kebakaran Lahan Kopi dan Bambu di Lembengan Ledokombo, Luas Terdampak Sekitar 1 Hektare
- 14 Oktober 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Kebakaran Lahan Kopi dan Bambu di Lembengan Ledokombo, Luas Terdampak Sekitar 1 Hektare
JEMBER, 13 OKTOBER 2026 – Kebakaran melanda lahan yang ditanami pohon kopi dan bambu di Dusun Oloh, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Rabu 14 Oktober 2026 malam. Kebakaran yang diketahui warga sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menghanguskan sebagian lahan milik dua warga setempat dengan luas terdampak diperkirakan mencapai satu hektare.
Menerima laporan dari masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) atau Muspika Ledokombo bersama Pemerintah Desa Lembengan dan warga setempat segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman serta mengantisipasi kemungkinan api merembet ke area lain.
Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Personel dari Polsek Ledokombo, Koramil Ledokombo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ledokombo, perangkat desa, Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Lembengan, serta masyarakat bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Upaya pemadaman dilakukan dengan cara memukul titik api menggunakan ranting dan dahan pohon atau metode gepyok, serta menutup bagian yang terbakar dengan tanah. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat penyebaran api, mengingat kondisi lahan dan akses menuju lokasi menjadi kendala bagi petugas maupun relawan dalam menjangkau titik kebakaran.
Bermula dari Temuan Warga
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh Karyo, warga Dusun Oloh, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, ia melihat titik api di areal lahan kopi. Setelah melakukan pengecekan, diketahui bahwa sebagian lahan tersebut telah terbakar.
Karyo kemudian memberitahukan kejadian itu kepada warga di sekitar lokasi dan meneruskan laporan kepada Muspika Ledokombo agar segera dilakukan penanganan.
Setelah menerima laporan, petugas bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, upaya pemadaman masih berlangsung dengan melibatkan puluhan warga dan personel lintas sektor.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik dua warga, yakni Pak AL dan Pak Rofi, yang sama-sama berdomisili di Dusun Oloh, Desa Lembengan. Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar satu hektare, meliputi sebagian area tanaman kopi dan bambu.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Nilai kerugian materiil juga belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penghitungan. Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat korban jiwa.
Camat Ledokombo Tekankan Kewaspadaan dan Pencegahan
Camat Ledokombo, Roni Herman Baza, AP, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api.
Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mengimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran terbuka di area yang rawan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api,” demikian pesan yang perlu ditekankan dalam upaya pencegahan kebakaran di wilayah Kecamatan Ledokombo.
Catatan redaksi: Pernyataan di atas merupakan rumusan pesan yang relevan dengan penanganan kejadian, bukan kutipan langsung yang telah dikonfirmasi kepada Camat Ledokombo.
Puluhan Personel dan Warga Terlibat dalam Penanganan
Penanganan kebakaran melibatkan empat personel Polsek Ledokombo, satu personel Koramil Ledokombo, satu personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, serta sekitar 10 orang dari unsur perangkat desa dan Relawan Destana Lembengan. Selain itu, kurang lebih 25 warga yang tinggal di sekitar lokasi turut membantu proses pemadaman dan pengamanan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan setempat.
Meski jarak antara titik api dan permukiman warga dilaporkan masih aman, petugas bersama masyarakat tetap melakukan penjagaan dan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke wilayah sekitar. Kondisi malam hari dan akses jalan yang menyulitkan pergerakan petugas menjadi perhatian dalam proses penanganan.
Hingga laporan terakhir sekitar pukul 21.00 WIB, petugas dan warga masih berupaya memadamkan api serta menjaga area di sekitar lokasi kebakaran. Perkembangan akhir mengenai padamnya api dan luas pasti lahan terdampak masih menunggu informasi lanjutan dari petugas di lapangan.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan, khususnya pada musim kemarau. Pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan api, maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan percikan api perlu dihindari di sekitar lahan kering, kebun, dan vegetasi yang mudah terbakar.
Warga juga diimbau tidak melakukan penanganan kebakaran secara mandiri apabila kondisi api membesar atau membahayakan keselamatan. Pelaporan sedini mungkin kepada aparat desa, petugas keamanan, maupun unsur penanggulangan bencana sangat penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Pemerintah desa, aparat kewilayahan, relawan, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kejadian serupa. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran, total kerugian, dan hasil akhir penanganan akan disampaikan setelah terdapat keterangan resmi dari pihak terkait.
Dengan kewaspadaan bersama dan respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran, risiko meluasnya dampak kebakaran lahan dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di Kecamatan Ledokombo.(yus)