logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Gumukmas

Kecamatan Gumukmas dan Delapan Desa Ikut Meriahkan "Kirab Ancak Agung" Pemkab Jember

  • 22 Agustus 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
kecamatan-gumukmas-dan-delapan-desa-ikut-meriahkan-kirab-ancak-agung-pemkab-jember-20260822

Kecamatan Gumukmas dan Delapan Desa Ikut Meriahkan "Kirab Ancak Agung" Pemkab Jember

JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kecamatan Gumukmas bersama delapan desa yang ada di wilayahnya turut berpartisipasi dalam gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan ini sekaligus merangkai dua peringatan besar, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta semarak Hari Ulang Tahun ke‑81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Sabtu, 22 Agustus 2026.

Mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, acara ini menjadi momentum untuk merawat warisan leluhur, memperkokoh budaya gotong‑royong, serta menjalin ikatan persaudaraan yang erat di tengah keberagaman masyarakat Jember.

Ancak Agung sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Jember yang sarat makna, wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan cinta dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.

Tradisi ini juga mencerminkan jiwa gotong‑royong yang kental.Warga bekerja sama menyusun “ancak” (Wadah berisi beragam hasil bumi dan kuliner khas) yang kemudian diarak bersama‑sama dalam pawai besar.

Segala sesuatu yang tertata di dalam ancak, mulai dari aneka buah‑buahan, tanaman pertanian, hingga hidangan tradisional yang melambangkan limpahan rezeki sekaligus kekayaan alam dan potensi yang dimiliki masyarakat.

Bentuk, susunan, maupun isinya yang beraneka ragam merupakan bukti nyata betapa suburnya tanah Jember sekaligus kreativitas warga dalam menjaga dan mewarisi tradisi turun‑temurun.

Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, tampak bangga dan antusias bersama rombongan dari kedelapan desanya ikut meramaikan kirab.

“Kami sangat senang dan bangga bisa ambil bagian dalam tradisi yang begitu indah dan bermakna ini.Partisipasi Kecamatan Gumukmas bersama seluruh desa di wilayah kami adalah wujud dukungan sekaligus komitmen untuk terus melestarikan budaya leluhur. Melalui ancak agung ini, kita belajar untuk selalu bersyukur atas segala rezeki yang Tuhan berikan, sekaligus merawat semangat kebersamaan, gotong‑royong, dan persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat kita.” kata Dannie Allcholin.

Tahun ini, antusiasme seluruh elemen masyarakat sungguh luar biasa—tercatat sebanyak 867 peserta ancak yang ikut berpartisipasi, berasal dari beragam kalangan: Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas, Kelurahan, Desa, lembaga pendidikan, hingga kelompok dan lembaga kemasyarakatan. Kehadiran mereka membuktikan bahwa Namun Agung kini benar‑benar menjadi milik semua orang—tradisi yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, hadir sekaligus menyampaikan pesan‑pesan mendalam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan mempererat hubungan sesama warga.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT Kemerdekaan RI sama‑sama membawa pesan mulia, tentang persaudaraan, rasa cinta tanah air, serta kepedulian yang tulus kepada sesama manusia.

Gus Fawait juga tampak mengenakan syal bermotif bendera Indonesia dan Palestina.

“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan.Mudah‑mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita tunjukkan bahwa di sini toleransi tetap harus kita jaga bersama‑sama.Sikap solidaritas ini sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa di dunia.

Nilai keteladanan Rasulullah juga disampaikan Gus Fawait sebagai pedoman hidup sehari‑hari:

“Kecintaan kita kepada Rasulullah harus terwujud dalam akhlak yang mulia, yang menghargai perbedaan, termasuk memberi ruang yang tenang bagi saudara kita yang beragama lain untuk beribadah dengan khusyuk dan damai. Kalau kita benar‑benar mencintai dan mengaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW, mustahil kita akan mengganggu ibadah agama lain.” pesan Gus Fawait.

Menutup pernyataannya, Gus Fawait menyampaikan sebuah harapan. “Ancak Agung mungkin terlihat sederhana dan tidak seberapa, namun ini membuat hati kita begitu bahagia karena kita bisa berkumpul, bersatu, dan saling merangkul tanpa memandang perbedaan. Mudah‑mudahan tahun depan semakin besar, semakin meriah, dan semakin banyak yang ikut berpartisipasi. Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama‑sama," pungkasnya.(rir)

Galeri Foto