logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kecamatan Jombang Punya Potensi Besar, Jeruk dan Kelengkeng Siap Perkuat Pasar Hortikultura

  • 25 April 2026
  • Dibaca 202 Kali
Bagikan Via:
kecamatan-jombang-punya-potensi-besar-jeruk-dan-kelengkeng-siap-perkuat-pasar-hortikultura-20260427

Kecamatan Jombang Punya Potensi Besar, Jeruk dan Kelengkeng Siap Perkuat Pasar Hortikultura

JEMBER, 25 APRIL 2026 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember menilai Kecamatan Jombang memiliki potensi besar sebagai penguatan pasar hortikultura, khususnya dari komoditas jeruk dan kelengkeng yang mulai menunjukkan produktivitas menjanjikan.

Penilaian itu mengemuka dalam kunjungan lapangan tim Bidang Hortikultura DTPHP Jember yang dipimpin Kepala Bidang Hortikultura Agung Satrio Setiawan ke Desa Jombang, Jumat 24 April 2026.

Agung mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membaca kondisi riil pertanian sekaligus memastikan potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal.

“Dari hasil tinjauan kami, kondisi tanaman di lapangan sangat baik. Jeruk sudah banyak yang berbuah lebat dan siap panen, sementara kelengkeng juga tumbuh sehat dengan potensi hasil yang menjanjikan,” kata Agung dalam keterangannya.

Desa Jombang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra buah di Kabupaten Jember. Komoditas unggulan yang dibudidayakan meliputi jeruk baby java, jeruk siam Pontianak, jeruk siam madu, serta kelengkeng varietas itoh dengan luasan mencapai puluhan hektare.

Menurut Agung, faktor geografis dan kesesuaian lahan menjadi keunggulan utama wilayah tersebut sehingga mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang diminati pasar.

“Kecamatan Jombang ini punya potensi besar untuk menjadi sentra hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Tinggal bagaimana penguatan dari sisi budidaya hingga pemasaran bisa kita dorong bersama,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga difokuskan pada Gapoktan Dewi Sri yang menaungi 15 kelompok tani. Dalam pertemuan yang digelar bersama petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL), berbagai isu pengembangan dibahas, mulai dari peningkatan produktivitas hingga dukungan sarana produksi.

Seorang petani setempat, Rofik, menyebut sejauh ini tidak ada kendala teknis signifikan dalam proses budidaya. Namun, ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, terutama terkait akses program dan pendampingan.

“Secara umum budidaya berjalan lancar. Tapi kami tetap butuh pendampingan, terutama soal informasi program dan penguatan sarana produksi agar hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Rofik.

Agung menambahkan, peningkatan kualitas produksi harus diiringi dengan penggunaan bibit unggul serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang ramah lingkungan.

Selain itu, aspek pascapanen dan distribusi dinilai menjadi kunci agar komoditas hortikultura dari Jombang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kalau kualitas sudah bagus seperti ini, maka tahap berikutnya adalah memastikan hilirisasi dan akses pasar berjalan. Di situ nilai tambah bisa benar-benar dirasakan petani,” tuturnya.

Ia juga menilai kualitas visual hasil panen di wilayah tersebut menunjukkan daya saing yang tinggi di pasaran.

“Secara visual, kualitas tanaman di lapangan sangat baik dan berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi di pasar hortikultura,” kata dia.

DTPHP Jember menegaskan pengembangan sektor pertanian ke depan tidak hanya berbasis data administratif, tetapi harus mengacu pada kondisi nyata di lapangan. Dengan potensi yang ada, Kecamatan Jombang diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (fan)

Galeri Foto