Kekeringan, 185 KK di Baratan Jember Kembali Mendapat Distribusi Air Bersih
- 27 Oktober 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan, 185 KK di Baratan Jember Kembali Mendapat Distribusi Air Bersih
JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Lingkungan Glisat, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jawa Timur, Selasa, 27 Oktober 2026.
Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih yang ketiga untuk wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya penanganan bencana kekeringan. Sebanyak 185 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah rukun tetangga menjadi penerima manfaat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi untuk melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sebelum pendistribusian air dilakukan. Bantuan air bersih kemudian disalurkan ke tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi terdampak.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Naringga Manggala, mengatakan distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
"Hari ini kami mendistribusikan satu tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Air tersebut disalurkan ke tandon yang sudah tersedia di lokasi terdampak," kata Naringga.
Menurut dia, warga terdampak tersebar di tiga titik. Rinciannya, sebanyak 75 KK berada di RT 03/RW 05, kemudian 40 KK di RT 02/RW 04, serta 70 KK di RT 03 dan RT 04/RW 04.
Dengan demikian, total terdapat 185 KK yang membutuhkan dukungan pasokan air bersih di kawasan tersebut.
Naringga menjelaskan, hingga Selasa, 27 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan BPBD ke wilayah Lingkungan Glisat mencapai 15.000 liter. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan warga di lapangan.
"Ini merupakan distribusi yang ketiga. Sampai hari ini total sudah 15.000 liter air bersih yang kami salurkan," ujarnya.
Selain menyalurkan air, TRC-PB BPBD juga memasang dan mendistribusikan tiga tandon di lokasi terdampak. Keberadaan tandon tersebut diharapkan dapat memudahkan warga menampung air sehingga pemanfaatannya bisa dilakukan secara bersama-sama.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Koordinasi dilakukan bersama perangkat RT/RW untuk memastikan distribusi air tepat sasaran dan kebutuhan warga dapat teridentifikasi.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih dilanjutkan setiap empat hari sekali dengan volume sekitar 5.000 liter. Selain itu, kondisi kekeringan di wilayah tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Rekomendasi kami, distribusi air bersih dilakukan kembali sekitar empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Kami juga meneruskan kondisi ini kepada dinas terkait agar ada penanganan lanjutan," kata Naringga.
Kegiatan distribusi air bersih berlangsung lancar dan kondusif. Dalam penanganan tersebut, BPBD Jember berkoordinasi dengan perangkat RT/RW serta warga setempat.
Bantuan air bersih ini menjadi bagian dari langkah tanggap darurat untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama dampak kekeringan masih dirasakan. (tgh)