logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Melanda 142 KK di Bintoro Jember, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

  • 20 Oktober 2026
  • Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-melanda-142-kk-di-bintoro-jember-bpbd-kembali-salurkan-5000-liter-air-bersih-20261020

Kekeringan Melanda 142 KK di Bintoro Jember, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

JEMBER, 20 OKTOBER 2026 - Krisis air bersih akibat kekeringan masih dirasakan warga Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 142 keluarga terdampak membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Selasa, 20 Oktober 2026. Sebanyak satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air didistribusikan kepada warga di RT 01 RW 11 dan RT 03 RW 10.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Parmuji, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan permohonan dari Kelurahan Bintoro serta rekomendasi hasil asesmen BPBD yang dilakukan pada 31 Agustus 2026.

“Bantuan ini kami distribusikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan. Dari hasil asesmen, wilayah ini memang membutuhkan dukungan distribusi air secara berkala,” kata Parmuji.

Menurut dia, jumlah warga terdampak di RT 01 RW 11 mencapai 110 keluarga, sedangkan di RT 03 RW 10 sebanyak 32 keluarga. Dengan demikian, total terdapat 142 keluarga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Kegiatan distribusi dimulai ketika tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW sebelum penyaluran dilakukan.

Distribusi air bersih juga melibatkan Tim Wadul Guse, Camat Patrang, Lurah Bintoro, perangkat kelurahan, serta pengurus RT dan RW. Selain menyalurkan air menggunakan truk tangki, BPBD juga memastikan ketersediaan sejumlah tandon yang dapat digunakan warga untuk menampung air.

Saat ini, empat tandon bantuan BPBD dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter telah tersedia di lokasi terdampak. Tandon tersebut menjadi salah satu sarana penampungan agar air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan warga secara lebih teratur.

Parmuji mengatakan, penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan warga. BPBD merekomendasikan distribusi berikutnya dilakukan setiap empat hari sekali.

“Rekomendasinya, distribusi air dilakukan setiap empat hari sekali agar kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” ujarnya.

Dengan tambahan distribusi 5.000 liter pada Selasa, total bantuan air bersih yang telah disalurkan hingga 20 Oktober 2026 mencapai sekitar 100.000 liter.

Kegiatan distribusi berlangsung tanpa kendala. BPBD bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga dan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air tetap memperoleh pasokan selama dampak kekeringan masih terjadi. (tgh)

Galeri Foto