Kekeringan Melanda Dusun Rowo Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter Air untuk 80 KK
- 23 Oktober 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Dusun Rowo Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter Air untuk 80 KK
JEMBER, 23 OKTOBER 2026 - Kekeringan mulai semakin dirasakan warga Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sumur-sumur warga mengering sehingga masyarakat harus menempuh jarak sekitar satu kilometer menuju sumber mata air di sekitar sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melakukan distribusi air bersih kepada warga terdampak, Kamis, 22 Oktober 2026.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember mendampingi pendistribusian sebanyak 5.000 liter air bersih yang disalurkan ke warga serta empat tandon air milik BPBD yang tersedia di lokasi.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh mengatakan, kekeringan di Dusun Rowo terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan sumber air warga mengalami penurunan hingga mengering.
"Sumur-sumur warga sudah mengering. Untuk mendapatkan air, warga harus menuju sumber mata air yang berada di sekitar sungai dengan jarak kurang lebih satu kilometer," kata Didi, Kamis.
Menurut dia, kondisi kekurangan air juga dialami Pondok Pesantren At Thohiriyah. Sumur bor yang selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air di pesantren tersebut mengalami penurunan debit.
"Debit sumur bor milik Ponpes At Thohiriyah juga mengecil. Untuk mencukupi kebutuhan internal pesantren saja masih kurang, sehingga kebutuhan warga di sekitar lokasi semakin membutuhkan dukungan distribusi air bersih," ujarnya.
Berdasarkan pendataan BPBD, terdapat 80 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan air bersih. Mereka tersebar di RT 02 RW 14 sebanyak 40 KK dan RT 01 RW 16 sebanyak 40 KK.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan berdasarkan surat permohonan Kepala Desa Mrawan Nomor 005/29/35.09.26.2001/2026 tentang Permohonan Bantuan Air Bersih.
Didi menjelaskan, distribusi air dilakukan sebagai langkah penanganan sementara untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air warga belum kembali normal.
"Penanganan tidak hanya dilakukan dengan distribusi air. Kondisi di lapangan juga kami teruskan kepada dinas terkait agar ada penanganan lebih lanjut terhadap sumber air dan kebutuhan masyarakat," katanya.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dengan kapasitas sekitar 5.000 liter dilakukan setiap tiga hari sekali selama warga masih mengalami kesulitan memperoleh air secara mandiri.
Hingga 22 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan ke tandon BPBD di wilayah tersebut mencapai 55.000 liter.
Dalam kegiatan itu, BPBD Jember berkoordinasi dengan PDAM, kepala dusun, ketua RT/RW, serta warga. Seluruh rangkaian distribusi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
BPBD juga memastikan pemantauan kondisi masyarakat terdampak terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan distribusi berikutnya. Langkah tersebut diperlukan agar warga tetap memperoleh akses air bersih selama dampak kekeringan masih berlangsung. (tgh)