Kekeringan Meluas, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke 77 KK di Kalisat
- 12 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Meluas, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke 77 KK di Kalisat
JEMBER, 12 September 2026 — Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Sabtu, 12 September 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-26 yang dilakukan BPBD Jember selama penanganan dampak kekeringan tahun ini. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) serta permohonan dari Pemerintah Desa Sumberjeruk.
"Musim kemarau menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan hasil asesmen, diperlukan pendistribusian air secara berkala ke wilayah terdampak," kata Firman.
Penyaluran dilakukan di dua wilayah, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk.
Di Dusun Kidul, bantuan menyasar warga RT 1/RW 8 dengan sekitar 20 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan air bersih dari total 145 KK. Selain itu, terdapat sekitar 15 KK di RT 1/RW 6 yang terdampak.
Sementara di Dusun Karangpring, sekitar 22 KK di RT 2/RW 1 dan 20 KK di RT 3/RW 1 membutuhkan pasokan air bersih.
"Total warga terdampak yang membutuhkan bantuan air bersih berdasarkan asesmen sekitar 77 KK," ujar Firman.
Tim TRC BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Air bersih kemudian didistribusikan ke tandon-tandon yang telah tersedia serta langsung kepada warga terdampak. Proses distribusi melibatkan perangkat desa, RT/RW, dan masyarakat setempat.
Dengan tambahan distribusi 5.000 liter tersebut, hingga 12 September 2026 BPBD Jember telah menyalurkan sekitar 130.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan.
Firman mengatakan distribusi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. BPBD merekomendasikan penyaluran air bersih dilakukan setiap tiga hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter di lokasi terdampak.
"Untuk sementara, distribusi direkomendasikan tiga hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lokasi," katanya.
Penanganan kekeringan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, terkendali, dan kondusif. Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan distribusi air bersih.(tgh)