Kekeringan Meluas di Kaliwining Jember, 120 KK Kesulitan Air Bersih
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 67 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Meluas di Kaliwining Jember, 120 KK Kesulitan Air Bersih
JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumur sejak akhir Juli 2026. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi pendistribusian 5.000 liter air bersih dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Kamis, 01 Oktober 2026.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Dwi Agit, mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan distribusi ke-14 di wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.
“Sebagian warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih karena debit sumur menurun. Bahkan, beberapa sumur sudah mengering dan air yang tersisa berbau kurang sedap,” ujar Dwi Agit dalam laporan penanganan kekeringan di Desa Kaliwining.
Berdasarkan hasil pendataan, dampak kekeringan tersebar di empat wilayah RT. Di RT 07 RW 13, sebanyak 40 KK dari total 75 KK terdampak. Sementara di RT 08 RW 13 terdapat 20 KK terdampak dari 70 KK, serta RT 09 RW 13 sebanyak 40 KK dari 65 KK.
Adapun di RT 11 RW 14, sebanyak 20 KK dari total 50 KK turut mengalami kesulitan air bersih. Dengan demikian, total warga terdampak mencapai 120 KK.
Kondisi tersebut diperparah karena wilayah RW 13 belum memiliki jaringan pipanisasi air. Selama ini, warga mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika sumber air mulai mengering, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumur bor yang berjarak sekitar satu kilometer.
Untuk kebutuhan mandi, sebagian warga juga memanfaatkan air Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai berkurang.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur menyalurkan 5.000 liter air bersih ke tandon penampungan yang tersedia. TRC BPBD Kabupaten Jember turut melakukan pendampingan, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kekeringan.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Saat ini, tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun.
Sementara itu, wilayah RT 05 dan RT 06 dilaporkan relatif aman karena telah memiliki jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (tgh)