Kekeringan Paksa Warga Baratan Timur Jember Cari Air Sejauh Satu Kilometer, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter
- 03 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Paksa Warga Baratan Timur Jember Cari Air Sejauh Satu Kilometer, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter
JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 – Kekeringan yang melanda Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, membuat sebagian warga harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setelah sebagian besar sumur warga mulai mengering dan air yang tersisa berubah keruh.
Krisis air bersih ini telah dirasakan masyarakat sejak Agustus 2026. Terlebih, warga di RT 02 dan RT 03 RW 09 hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi. Sungai yang sebelumnya menjadi salah satu sumber air warga juga tidak lagi dapat diandalkan karena telah mengering. Lokasi sungai tersebut berjarak sekitar 700 meter dari permukiman.
Dalam kondisi tersebut, sebagian warga memilih membeli air galon atau air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara warga lainnya terpaksa mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal mereka.
Situasi ini berdampak pada sedikitnya 90 kepala keluarga yang membutuhkan dukungan air bersih. Di RT 02/RW 09, dari sekitar 150 KK terdapat kurang lebih 40 KK yang membutuhkan air bersih. Sedangkan di RT 03/RW 09, sekitar 50 KK dari total kurang lebih 200 KK mengalami kebutuhan serupa.
Menindaklanjuti kondisi tersebut dan permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Baratan, BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Kamis, 03 September 2026.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan koordinasi bersama perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat. Selanjutnya, TRC-PB mendampingi DPRKPLH dalam pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter.
Air tersebut disalurkan ke tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi untuk memudahkan warga memperoleh air bersih tanpa harus kembali menempuh jarak jauh ke wilayah lain.
Saat ini terdapat empat unit tandon BPBD di lokasi. Di RT 03/RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02/RW 09, telah tersedia dua tandon dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter dan pangkon yang siap digunakan.
Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya pengelolaan air selama musim kemarau.
M. Rizal Purnama, Agen Provinsi Jawa Timur yang bertugas di BPBD Jember, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air warga mengalami penurunan.
“Distribusi ini merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Dengan adanya tandon di lokasi, warga dapat lebih mudah mendapatkan air bersih dan tidak harus mengambil air dari wilayah yang jaraknya cukup jauh,” ujar Rizal.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut masih perlu mendapat perhatian karena kondisi kekeringan belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, distribusi air direkomendasikan dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali.
“Untuk sementara, kebutuhan air bersih perlu terus dipantau. Distribusi setiap dua hari sekali direkomendasikan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” jelasnya.
Giat distribusi air bersih selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala.
BPBD Jember juga merekomendasikan agar penanganan kondisi kekeringan di Baratan Timur diteruskan kepada dinas terkait, terutama untuk penanganan jangka panjang terhadap keterbatasan akses sumber air dan belum tersedianya jaringan pipanisasi di wilayah terdampak. (bob)