Kekeringan Sejak Juli, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 40 KK di Tegal Gede
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 133 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Sejak Juli, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 40 KK di Tegal Gede
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Kekeringan yang berlangsung sejak Juli 2026 membuat puluhan keluarga di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Kamis, 15 Oktober 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan dalam kegiatan penyaluran ke-27 untuk bencana kekeringan. Air ditampung di tandon berkapasitas 5.000 liter milik warga yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan bersama.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Selain menyalurkan air, petugas juga melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Sebanyak 40 kepala keluarga terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih. Untuk sementara, air kami distribusikan ke tandon yang sudah tersedia di lingkungan warga,” kata Faris Fadhil, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Menurut Faris, persoalan kekeringan di wilayah tersebut telah dirasakan warga sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah sumur warga mulai mengering sejak Juli 2026. Sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Jarak tersebut menjadi kendala bagi warga untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri.
Penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Kegiatan itu juga menindaklanjuti surat permohonan bantuan distribusi air bersih dari Kelurahan Tegal Gede.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Warga juga telah memiliki satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter yang dapat digunakan untuk menampung bantuan air.
Faris mengatakan, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. BPBD juga mendorong koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, terutama apabila kondisi sumber air warga belum kembali normal.
“Distribusi air menjadi langkah penanganan sementara untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Selanjutnya, kondisi ini perlu diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Kegiatan distribusi air bersih tersebut berlangsung aman dan kondusif. BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, perangkat RT/RW, serta warga terlibat dalam proses penyaluran hingga selesai. (tgh)