Kelurahan Antirogo Ambil Peran dalam Kirab Ancak Agung dan Pawai Budaya
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Antirogo Ambil Peran dalam Kirab Ancak Agung dan Pawai Budaya
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Kelurahan Antirogo turut ambil bagian dalam Kirab Ancak Agung dan Pawai Budaya Kabupaten Jember, Sabtu, 22 Agustus 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Antirogo mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Kirab Ancak Agung tahun ini menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema tradisi budaya sebagai wujud syukur, kecintaan kepada Rasulullah, dan kebersamaan.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, mengatakan keterlibatan Kelurahan Antirogo merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang membawa nilai budaya dan kebersamaan masyarakat.
“Bagi kami, keterlibatan Kelurahan Antirogo dalam Kirab Ancak Agung ini menjadi momentum untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan warga,” ujarnya.
Menurut Teguh, kirab tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai edukasi dan kebudayaan yang dapat dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita ingin masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya menjadi penonton. Mereka perlu mengetahui bahwa tradisi dan budaya yang ada merupakan bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama,” katanya.
Kirab Ancak Agung juga membawa target pemecahan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor pertama menyasar kategori Ancak Tertinggi dari rangkaian suwar-suwir. Ancak tersebut dibuat menggunakan 1.600 pack suwar-suwir dengan ukuran lebar 5 meter x 5 meter dan tinggi sekitar 3,5 hingga 4 meter.
Sementara rekor kedua menyasar kategori Parade Ancakan Agung Terbanyak. Rekor sebelumnya tercatat sebanyak 449 ancak dan pernah diraih Kabupaten Jember. Dalam pelaksanaan kali ini, panitia menargetkan 867 peserta ancak agung untuk melampaui capaian tersebut sesuai ketentuan MURI.
Peserta kirab berasal dari berbagai unsur, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah hingga lembaga masyarakat. Mereka terbagi dalam sejumlah defile yang menampilkan beragam kesenian, seperti Tari Japen, hadrah, marching band, Bale Ganjur, reog, dan barongsai.
Bagi Kelurahan Antirogo, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan memperkuat kebersamaan masyarakat. Partisipasi warga dalam kegiatan bersama dinilai dapat menjadi modal sosial dalam menjaga kekompakan di tingkat kelurahan.
“Kami berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini bisa terus berlanjut. Bukan hanya saat ada kirab atau kegiatan besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat,” tutur Teguh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penataan barisan peserta, penilaian MURI, hingga seremoni pelepasan. Setelah kirab dan pawai budaya, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan selawat bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam rangkaian acara tersebut, di antaranya KHR Kholil As’ad Syamsul Arifin, Bupati Jember Gus Dr. Muhammad Fawait, serta KH Ahmad Lutfi.
Keterlibatan Kelurahan Antirogo diharapkan turut menyukseskan Kirab Ancak Agung sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan gotong royong. Bagi masyarakat Antirogo, momentum tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan partisipasi dan kebersamaan dalam agenda budaya Kabupaten Jember. (dan)