Kepala BPBD Jember: 1,3 Juta Liter Air Disalurkan, 2.300 KK Masih Kekeringan hingga Akhir November
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 156 Kali
Bagikan Via:
Kepala BPBD Jember: 1,3 Juta Liter Air Disalurkan, 2.300 KK Masih Kekeringan hingga Akhir November
JEMBER, 07 OKTOBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat dampak kekeringan akibat perpanjangan musim kemarau semakin meluas. Hingga Rabu, 07 Oktober 2026 sebanyak 2.300 kepala keluarga (KK) di 10 kecamatan dan 19 desa/kelurahan terdampak krisis air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo,M.Si., mengatakan, berdasarkan rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau yang semula diprediksi berlangsung April hingga Agustus, kini diperpanjang hingga akhir November.
"Kemungkinan awal musim hujan baru akan terjadi pada awal Desember. Dengan demikian, setelah saya perhitungkan, masih ada sekitar dua bulan lagi berlangsungnya musim kemarau ekstrem ini," kata Edy Budi Susilo saat diwawancarai Media di kantor BPBD Jember.
Menurut Edy Budi Susilo, total air bersih yang telah didistribusikan BPBD sejak 2 Juli hingga 7 Oktober 2026 mencapai 1,3 juta liter.
"Prioritasnya adalah untuk masak, untuk minum, untuk kebutuhan rumah tangga. Hal yang menyangkut cuci tubuh, cuci sepeda motor, mobil, atau mungkin sapi itu prioritas nomor dua," ujar Edy Budi Susilo.
Ia menyebut, kondisi tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Dari pemetaan awal, terdapat lima zona merah, tiga zona kuning, dan 23 zona hijau. Namun saat ini, seluruh zona merah dan zona kuning sudah terdampak kekeringan.
Bahkan, dua wilayah yang sebelumnya masuk zona hijau dan tidak pernah mengalami kekeringan, yakni Desa Banjarsari di Kecamatan Bangsalsari dan Desa Panduman di Kecamatan Jelbuk, kini juga mengalami kekeringan.
"Zona merah dan zona kuning semuanya sudah kena. Bahkan dua desa yang tahun lalu tidak pernah kekeringan, tahun ini kena," kata dia.
BPBD Jember saat ini mengandalkan enam sumber mata air untuk distribusi. Namun, distribusi terkendala keterbatasan sarana dan bahan bakar minyak (BBM) akibat kebijakan efisiensi anggaran.
"Kami betul-betul memprioritaskan yang betul-betul memerlukan, sedangkan yang masih bisa ditahan durasinya kita perpanjang. Misalnya semula dua hari, kalau masih bisa dipanjangkan ya empat hari sekali baru kita kirim," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Jember telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status serupa juga telah ditetapkan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Edy Budi Susilo mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih selama masa tanggap darurat agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan. (tgh)