logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Puger

Kisah Haru Anak Yatim Piatu dari Rumah Tak Layak Huni, Kini Bisa Bersekolah di Sekolah Rakyat Jember

  • 12 Agustus 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
kisah-haru-anak-yatim-piatu-dari-rumah-tak-layak-huni-kini-bisa-bersekolah-di-sekolah-rakyat-jember-20260812

Kisah Haru Anak Yatim Piatu dari Rumah Tak Layak Huni, Kini Bisa Bersekolah di Sekolah Rakyat Jember

Sebuah kisah menyentuh hati datang dari seorang anak yatim piatu Ika Nasila siswi Sekolah Rakyat (SR) kelas 7 dengan kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya, anak tersebut harus menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Rumah tempat tinggalnya pun jauh dari kata layak, dinding retak, atap bocor, lantai tanah yang berdebu, tak ada jaminan kenyamanan maupun keamanan saat hujan maupun panas.

Namun, di tengah gelapnya kehidupan, secercah cahaya harapan kini hadir. Anak tersebut resmi diterima dan dapat bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember, sekolah berasrama gratis yang menyelenggarakan pendidikan mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA, sepenuhnya ditanggung oleh negara bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Kini, anak tersebut tak lagi bersedih memikirkan biaya sekolah, pakaian, maupun perlengkapan belajar. Di Sekolah Rakyat Jember, ia mendapatkan pendidikan secara cuma-cuma, tempat tinggal yang layak di asrama, makan bergizi tiga kali sehari, seragam, buku, hingga perlengkapan mandi dan tempat tidur yang nyaman. Ia pun diajarkan kedisiplinan, keterampilan hidup, dan dibimbing untuk meraih cita-cita setinggi langit.

Heri sebagai Ketua RW menyampaikan, saya berharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat memperhatikan keadaan ini dengan seksama. Kepada Bapak Bupati Jember Gus Fawait beserta jajaran terkait, agar melakukan peninjauan, dan memberikan bantuan berupa perbaikan atau pembangunan rumah yang layak huni bagi siswi tersebut. Sehingga sewaktu waktu adik Nasila ingin pulang, rumahnya sudah layak ditempati," ujar Ketua RW dengan penuh harap.

"Melihat anak itu tersenyum kembali, semangat belajar dengan mata berbinar sungguh mengharukan. Sekolah Rakyat bukan sekadar memberi tempat belajar, melainkan menyelamatkan masa depan anak-anak yang terlantar," ujar Heri selaku ketua RW 05, Desa Mojosari yang turut mendampingi Nasila saat pulang kerumahnya, beserta pendamping sosial Kecamatan Puger saat meninjau kondisi rumah adik Nasila. Rabu 12 Agustus 2026.

Sementara Kasi PMKS Kecamatan Puger, Handy Rudiarto mewakili Camat Puger Beny Armindo Ginting menyampaikan, sesuai pesan Bupati Jember, Muhammad Fawait, bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari rantai kemiskinan. Kehadiran Sekolah Rakyat di Jember menjadi bukti nyata negara hadir, anak-anak yang tak punya orang tua, yang rumahnya tak layak huni, tak boleh putus harapan. Mereka tetap berhak bermimpi, tetap berhak sekolah, dan tetap berhak meraih masa depan.

Kini, Adik Nasila tersebut setiap hari belajar dengan rajin, berdoa, dan bertekad kelak menjadi orang yang berguna bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan agar dapat membantu sesama dan membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk menjadi sukses. Jelasnya(sar)

Galeri Foto