logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Kolaborasi Pemerintah dan Nelayan Percepat Penanganan Pendangkalan Muara Bedadung Plawangan

  • 08 Oktober 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
kolaborasi-pemerintah-dan-nelayan-percepat-penanganan-pendangkalan-muara-bedadung-plawangan-20261008

Kolaborasi Pemerintah dan Nelayan Percepat Penanganan Pendangkalan Muara Bedadung Plawangan

JEMBER, 7 Oktober 2026 – Penanganan pendangkalan di Muara Bedadung Plawangan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, mulai diarahkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan para nelayan. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan survei dan koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, Camat Puger, Danramil Puger, Kapolsek Puger, perwakilan TPI Puger, HNSI, HP3, serta para nelayan Puger. Turut hadir perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember.

Survei dilakukan untuk melihat kondisi pendangkalan secara langsung sekaligus membahas langkah percepatan pengerukan. Hasil koordinasi menyepakati bahwa penanganan dalam dua bulan ke depan akan dimaksimalkan melalui komitmen dan kolaborasi antara para nelayan dengan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.

Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur menyampaikan rencana dukungan berupa dua unit alat berat yang saat ini secara kesiapan telah tersedia dan masih menunggu persetujuan untuk dapat digunakan dalam pelaksanaan pengerukan.

Para nelayan berharap pengerukan dapat mencapai kedalaman atau jarak penanganan hingga 50 meter. Namun, pencapaian target tersebut masih akan disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran serta pembagian penanganan di sejumlah wilayah lain yang juga membutuhkan perhatian.

Camat Puger, Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mempercepat penanganan pendangkalan muara.

“Penanganan pendangkalan Muara Bedadung Plawangan membutuhkan sinergi semua pihak, terutama antara pemerintah dan masyarakat nelayan. Kami berharap melalui kolaborasi dan swadaya yang dilakukan para nelayan, proses pengerukan dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi kelancaran aktivitas nelayan di Puger,” ujar Asrah.

Sebagai langkah awal, para nelayan berkomitmen melakukan pengerukan secara swadaya dengan mendatangkan alat berat secara mandiri. Selanjutnya, pekerjaan tersebut akan dikolaborasikan dengan dukungan alat berat dari Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat dimulainya proses pengerukan tanpa harus menunggu seluruh dukungan tersedia secara bersamaan. Pelaksanaan secara bertahap juga akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan sumber daya yang tersedia.

Bagi masyarakat nelayan Puger, kondisi Muara Bedadung Plawangan memiliki kaitan langsung dengan kelancaran aktivitas perikanan. Penanganan pendangkalan diharapkan dapat mendukung akses dan mobilitas perahu nelayan sehingga kegiatan melaut dan aktivitas perikanan di kawasan Puger dapat berjalan lebih optimal.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, organisasi nelayan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan penanganan. Dengan adanya pembagian peran dan komitmen bersama, pengerukan diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan sumber daya.

Melalui sinergi tersebut, penanganan pendangkalan Muara Bedadung Plawangan diharapkan tidak hanya menjadi upaya teknis pengerukan, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam mendukung keberlangsungan aktivitas dan perekonomian masyarakat nelayan Puger.(div)

Galeri Foto