Krisis Air Bersih di Plalangan Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter ke 142 KK
- 27 September 2026
- Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih di Plalangan Jember, BPBD Distribusikan 5.000 Liter ke 142 KK
JEMBER, 27 SEPTEMBER 2026 - Sebanyak 142 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak bencana kekeringan. Warga mengalami kebutuhan air bersih sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember mendistribusikan bantuan tersebut pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 10.30 WIB.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pengurus RT/RW serta warga terdampak. Bantuan air kemudian disalurkan ke sejumlah titik yang telah disiapkan, termasuk mengisi tandon air yang tersedia.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Mashudi, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan permohonan Kelurahan Bintoro dan rekomendasi hasil asesmen TRC BPBD pada 31 Agustus 2026.
“Bantuan air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan sekaligus mengisi tandon yang telah tersedia di lokasi,” kata Mashudi.
Berdasarkan pendataan BPBD, warga terdampak tersebar di dua wilayah. Sebanyak 110 KK berada di RT 01/RW 11, sedangkan 32 KK lainnya berada di RT 03/RW 10. Dengan demikian, total terdapat 142 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih. Selain itu, di lokasi telah tersedia empat unit tandon bantuan BPBD dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter.
BPBD mencatat hingga 26 September 2026, bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak tersebut mencapai 50.000 liter.
Mashudi menjelaskan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan warga. BPBD merekomendasikan penyaluran air dilakukan setiap dua hari sekali untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Rekomendasinya distribusi air bersih dilakukan dua hari sekali agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan kendala. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, pengurus RT/RW, serta warga setempat.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan, sembari menunggu kondisi sumber air kembali mencukupi. (tgh)