Krisis Air Bersih di Tegal Gede Jember, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter untuk 40 KK
- 30 Agustus 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih di Tegal Gede Jember, BPBD Kembali Salurkan 5.000 Liter untuk 40 KK
JEMBER, 30 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Minggu 30 Agustus 2026. Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih yang kelima di wilayah tersebut sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama musim kemarau.
Dalam kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 10.30 WIB itu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon yang telah disiapkan di lokasi. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak kondisi kekeringan.
Kesulitan air bersih di wilayah tersebut telah dirasakan warga sejak Juli 2026. Sejumlah sumur milik warga yang memiliki kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter mulai mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan sumur yang mulai mengering, sumber mata air terdekat juga berada cukup jauh dari permukiman, yakni sekitar satu kilometer. Kondisi ini menyebabkan warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh air. Untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi, warga setempat telah menyediakan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT sebagai tempat penampungan bantuan air bersih.
Setibanya di lokasi, personel TRC-PB BPBD melakukan koordinasi dengan warga dan pihak lingkungan setempat sebelum melaksanakan pendistribusian air. Petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya terkait kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan.
TRC BPBD Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Kami terus melakukan pendistribusian air bersih berdasarkan hasil asesmen dan kondisi di lapangan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari selama sumber air warga masih mengalami kekeringan,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberadaan tandon penampungan di lokasi juga membantu proses distribusi sehingga air yang dikirim dapat dimanfaatkan secara bersama oleh warga terdampak. BPBD juga terus berkoordinasi dengan unsur wilayah setempat untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpantau.
Iwan mengimbau masyarakat untuk menggunakan bantuan air bersih secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan yang paling mendesak. Warga juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca dan musim kemarau yang masih berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tetap menjaga kebersihan tandon maupun lingkungan sekitar. Apabila kondisi kekeringan semakin meluas atau terjadi perubahan situasi di lapangan, segera dikoordinasikan dengan pemerintah setempat agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kegiatan distribusi air bersih ke-5 tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif. Tidak terdapat kendala selama proses penyaluran. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di wilayah tersebut dilakukan secara berkala, yakni sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga.
Penanganan kekeringan di Tegal Gede menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. BPBD juga terus mendorong koordinasi dengan perangkat wilayah dan dinas terkait untuk mengantisipasi apabila kondisi kekeringan berlanjut atau jumlah warga terdampak mengalami peningkatan. (bob)