Krisis Air Melanda Jelbuk Jember, BPBD Kirim 5.000 Liter untuk 102 KK
- 14 Agustus 2026
- Dibaca 176 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Melanda Jelbuk Jember, BPBD Kirim 5.000 Liter untuk 102 KK
JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 – Krisis air bersih akibat kekeringan mulai dirasakan warga Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Sebanyak 102 kepala keluarga (KK) dari total 180 KK di RT 01/RW 01 membutuhkan pasokan air bersih setelah sumber air warga mengering.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah tersebut pada Jumat, 14 Agustus 2026. Bantuan itu merupakan distribusi air bersih keempat sebagai respons terhadap dampak bencana kekeringan.
Tim TRC BPBD Jember Faris Fadhil mengatakan, penyaluran dilakukan setelah pihaknya menindaklanjuti laporan warga melalui kanal Wadul Guse terkait krisis air bersih di Dusun Sumber Tengah.
“Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena pipanisasi atau Pamsimas tidak berfungsi sejak April 2026. Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber air juga mulai mengering dan kondisinya kotor,” kata Faris.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat warga harus mengambil air dari sumur bor yang berada di Balai Desa Panduman. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari permukiman warga sehingga cukup menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk mempermudah distribusi, BPBD Jember menyediakan empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Tandon tersebut ditempatkan di sejumlah titik permukiman agar dapat dimanfaatkan warga secara lebih mudah.
Empat tandon itu masing-masing melayani 37 KK di halaman rumah Anang, 21 KK di halaman rumah Anggit, 26 KK di halaman rumah Yudi, dan 18 KK di halaman rumah Bukadi.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Penjabat Kepala Desa Panduman serta melibatkan Destana, kepala dusun dan warga. Perumdam Tirta Pandalungan Jember turut mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke tandon yang telah disediakan BPBD.
Faris menjelaskan, distribusi air akan dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan air bagi warga terdampak. BPBD merekomendasikan penyaluran sebanyak 5.000 liter setiap tiga hari sekali ke empat tandon tersebut.
Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, BPBD juga mendorong pemerintah desa segera memantau perbaikan sistem pipanisasi dan pompa sumur bor agar warga memiliki sumber air yang lebih berkelanjutan.
“Kami juga memberikan edukasi kepada warga mengenai penanganan dampak kekeringan dan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Faris.
Kegiatan distribusi berlangsung sejak pukul 13.00 WIB. Tim tiba di Kantor Desa Panduman sekitar pukul 13.20 WIB untuk berkoordinasi sebelum menuju titik-titik tandon. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 14.10 WIB tanpa kendala.(tgh)